Alexa berjalan cepat. Ia tidak bisa menghubungi siapapun karena ponselnya tertinggal di loker. Ia kegirangan dan berpikir di saat dirinya susah Edgar selalu ada di dekatnya.
Alexa terkejut melihat Edgar yang tengah berbicara dengan Amanda. Ia berjalan mengendap untuk mendengarkan pembicaraan mereka lebih dekat.
"Gar, ide kamu ini gak keren. Aku dimaki-maki sama Varrel karena meniru gaya Alexa," ucap Amanda.
"Lalu, kenapa kamu minta aku menjemputmu? Apa bener-bener gagal total?"
"Leon sakit, dia pingsan. Barusan dibawa ke rumah sakit sama Varrel."
"Harusnya kamu ikut. Kita sudah sepakat buat Leon jadi milik kamu dan Alexa jadi milik aku seutuhnya."
Mendengar hal itu Alexa tidak habis pikir. Ia keluar dari persembunyiannya dengan menangis.
Edgar yang melihat Alexa menangis terkejut. Ia berjalan mendekati kekasihnya itu.
"Alexa, sejak kapan kamu di situ?" tanya Edgar meraih tangan Alexa. Namun, gadis ini menolak dan menjauh.
"Minggir. Jangan dekat-dekat! Ternyata selama ini aku salah menilai kamu. Aku kira kamu baik. Tega-teganya kamu berbuat seperti ini!" ucap Alexa melepas cincin pemberian Edgar dan melemparnya ke wajah pria bergingsul itu.
Alexa berlari masuk ke dalam kantor untuk mengambil tas dan ponselnya. Edgar yang akan mengajak Alexa tiba-tiba dicekal oleh dua orang berjas hitam. Mereka merupakan ajudan dari Bram, suami dari Amanda.
"Apa-apaan kalian? Lepasin gak!" berontak Edgar.
Amanda akan melarikan diri. Namun, sudah di hadang oleh Bram dan ajudan-ajudannya.
"Mas, maafin aku. Dengerin penjelasan aku dulu," ucap Amanda merengek memohon ampun kepada suaminya.
Dengan kasar Bram menyeret istrinya masuk ke dalam mobil dan menguncinya. Ia menghampiri Edgar dan memberinya sebuah hadiah berupa pukulan di wajah, perut dan dada. Edger terkapar, di tolong oleh security kantor.
Alexa keluar dari kantor. Berpapasan dengan Edgar yang sedang dirangkul oleh security. Ia hanya menatap sinis pria yang menjadi kekasih tiga bulannya itu.
Alexa menelpon Varrel. Ia mendapatkan nomor sekretaris sang CEO dari atasannya, Pak Roni.
"Varrel, Leon di rumah sakit mana?" tanya Alexa dalam telepon.
"Ini siapa?"
"Alexa."
"Alexa? Kau panggil apa aku tadi?"
"Varrel."
"Hey! Kau ini cuman O..."
"Buruan Leon di mana!" bantak Alexa.
"Di rumah sakit harapan."
Alexa menutup teleponnya. Ia memberhentikan sebuah taksi dan meminta untuk diantarkan ke rumah Sakit harapan di mana Leon dirawat.
Di dalam taksi, Alexa menelpon papanya dan mamahnya dan mengatakan jika Leon dirawat di rumah sakit. Alexa berharap kedua orang tuanya bisa menjenguk Leon.
Gadis dengan rambut bergelombang ini berlari sambil menelpon Varrel untuk menanyakan di ruangan mana Leon di rawat.
Alexa berlari sekuat tenaga hingga sampai di kamar VIP. Ia membuka pintu dan melihat Leon duduk di tepian ranjang dengan tangan terpasang selang infus.
"Leon," panggil Alexa. Membuat Varrel dan kedua orang tua Leon menoleh ke arahnya.
Alexa berlari cepat dan memeluk Leon sambil menangis.
"Leon, kamu jangan sakit," ucap Alexa sambil terisak.
Leon membalas pelukan gadis itu. Mengusap rambutnya dan berkata,"Terimakasih kamu sudah mau datang ke sini."
"Kamu siapa?" tanya Vania yang pangling melihat penampilan baru Alexa.
"Alexa, Tante. Ini Alexa yang dulu. Maaf waktu itu Alexa bohongin Tante."
"Astaga, Alexa. Sini sayang!" ucap Vania memeluk erat gadis yang akan dijodohkan dengan putranya itu.
Jhonson dan Diandra datang. Varrel yang masih bingung dengan keadaan hanya bisa menonton adegan ini dari sudut ruangan.
"Kenapa kamu nangis, Xa?' tanya Leon.
"Aku tidak mau kamu sakit."
"Kenapa?"
"Tidak apa-apa."
Kedua orang tua Leon dan orang tua Alexa tersenyum, mendengar pembicara mereka.
"Kenapa takut aku sakit?"
"Tidak apa-apa Leon."
"Kamu cinta kan sama aku?"
"Dih kepedean. Siapa yang bilang?"
"Em... Tuan Misterius."
Alexa membulatkan matanya ketika menatap Leon.
"Jadi itu kamu?"
"Iya."
"Terus kenapa tidak nyamperin aku waktu di cafe?"
"Aku tidak ngeh kalau itu kamu, Xa."
"Mawar yang kamu bawa buat siapa?"
"Buat menyatakan cintaku ke kamu, Xa. Tapi kamu kabur."
Leon berdiri dan mendekati Alexa. Ia berlutut di depan gadis itu. Disaksikan Varrel dan kedua orang tua masing-masing, Leon memegang tangan Alexa dan menyatakan cinta secara resmi.
"Alexa, maafin aku sudah jahat, Sudah galak sama kamu. Aku tidak tahu kalau kamu itu Alexa teman kecil aku. Aku senang saat kamu bilang ke Tuan Misterius kalau kamu mencintaiku. Asal kamu tahu saja, aku juga mencintaimu. Mungkin cintaku ke kamu sudah lama, sejak kita berpisah dulu. Tapi aku terlambat menyadarinya. Dari lubuk hatiku yang terdalam, disaksikan kedua orang tua kita aku ingin mengatakan, maukah kau menikah denganku?" ucap Leon mencium tangan Alexa.
Alexa mengangguk tidak kuasa menahan air matanya. Leon berdiri dan memeluk calon istrinya yang menangis tersedu-sedu.
"Hiksrot..." Varrel menangis. Melebihi tangisan Alexa.
"Varrel, kamu kenapa?" tanya Grady.
"Sedih, Om. Leon sudah mau nikah. Aku pacaran sekalipun tidak pernah."
"Kebetulan Mbok yang bekerja di rumah Om janda. Kalau mau nanti saya jodohkan kalian."
"Maaf, Om. Jauh dari selera saya."
Perdebatan antara Grady dan Varrel ini mengundang gelak tawa para penghuni di ruangan inap Leon.
Di sisi lain, Edgar yang melihat kebahagiaan mereka dari celah pintu yang terbuka sedikit merasa sedih dan kecewa. Usahanya untuk mendapatkan Alexa sia-sia. Cintanya tetap saja bertepuk sebelah tangan.
Edgar berjalan menjauh keluar dari rumah sakit dengan rasa sedih. Diiringi sebuah nyanyian pilu.
Andai kutahu semua akan sia-sia
Takkan ku terima cinta sesaatmu
Bagaimana dengan aku
Terlanjur mencintaimu
Yang datang beri harapan
Lalu pergi dan menghilang
Tak terfikirkan olehmu
Hatiku hancur karena mu
Tanpa sedikit alasan
Pergi tanpa berpamitan
Takkan kuterima cinta sesaatmu
"Selamat atas kemenanganmu, Leon," batin Edgar dengan senyum lepasnya.
END
Akhirnya cerita ALEO selesai juga 🖤
Terimakasih buat para pembaca yang sudah bersedia membaca cerita saya dari awal sampai akhir💗💗
Love sekebon all💖💖💖
ESTÁS LEYENDO
ALEO [End]
General FictionLeon Jonathan Grady adalah pewaris tunggal dari perusahaan Grady Group yang bergerak di bidang alat transportasi. Leon merupakan pria yang selalu tampil sempurna dan di kenal angkuh oleh para karyawannya. Alexa Olivia Jonshon merupakan perempuan ber...
![ALEO [End]](https://img.wattpad.com/cover/301022381-64-k750802.jpg)