"Sayang. Kamu simpan energi kamu, percuma nangis-nangis. Kita bakal tetep di bawa ke kantor," ucap Edgar.
"Bener itu kata pacar kamu. Kalo kalian merasa benar, kami pasti pulangkan kalian."
"Kami emang bener, Pak. Emang muka-muka kita kayak tukang tipu?"
"Makanya nanti tunjukkan di kantor."
"Gampang. Pasti kita pulang. Orang kita bener."
"Alexa, sudah, Sayang," bisik Edgar dari belakang.
"Ini cewek bawel banget. Nanti aku lakban mulut kamu kalo ngomong terus."
"Bapak sih, orang kita gak salah. Pokoknya saya gak mau tahu, kalo kebukti kita gak salah, saya minta bapak cukur habis kumis bapak. Titik."
Alexa dan Edgar sudah sampai di kantor polisi. Mereka melepaskan ikatan pada tangan kedua sejoli itu.
"Kalian duduk!" perintah seorang yang bertugas sebagai penyidik.
Alexa menunduk diam. Mendengarkan setiap kata yang terlontar dari pria di hadapannya. Sesekali gadis itu melihat ke arah komputer yang menyala.
"Siapa nama kalian?"
"Edgar, Pak," jawab Edgar.
"Kamu?" Bertanya pada Alexa. Namun, kekasih dari Edgar ini tetap bungkam. Tidak bicara dan tidak lagi menangis.
"Hei, kamu! Apa tidak dengar pertanyaan saya?" bentak penyidik itu.
Alexa mengangkat wajahnya. Ia menatap si penyidik akan tetapi tetap diam.
"Siapa nama kamu?"
Alexa menoleh ke samping. Memandang pria berkumis yang sempat berseteru di dalam perjalanan menuju kantor.
"Apa?" kata pria berkumis itu.
"Saya boleh bicara?" tanya Alexa.
"Tentu saja kamu harus bicara. Kamu sedang kami interogasi. Jangan kalian pikir kami ini dukun yang bisa baca bahasa kalbu kalian," tukas sang penyidik.
"Tapi bapak itu bilang kalo saya ngomong terus mulut saya bakal di lakban," ucap Alexa menunjuk ke arah pria berkumis itu.
"Sudah! Sekarang jawab pertanyaan saya. Siapa nama kamu?"
"Alexa, Pak."
"Edgar, Alexa. Apa kalian suami istri?"
"Bukan."
"Lalu apa yang kalian lakukan di tempat seperti itu malam-malam begini?"
"Alexa muntah, Pak. Bisa di lihat dari baju Alexa yang masih kena muntahan," ucap Edgar.
"Tapi anak buah saya bilang posisi Alexa sedang di atas kamu. Apa maksudnya ini?"
"Oh, itu. Edgar lagi ngeledek saya, Pak. Katanya muntahan saya bau. Jadi iseng saya mau lap-lapin muntahan yang di baju saya ke dia, Pak," ucap Alexa.
"Kenapa sampai muntah? Apa kamu mabok?"
"Haaaah...." Alexa berdiri. Mendekatkan wajahnya ke arah penyidik dan membuka mulutnya lebar serta mengembuskan napasnya.
"Bau alkohol gak? Gak kan?" sambung Alexa.
"Ya Tuhan, aku pusing," jawab si penyidik sambil menutup hidungnya.
"Kalo gak mabok kenapa bisa muntah?" tanya nya lagi.
"Jadi gini lho, Pak. Saya kasih kejutan cincin di dalam kue. Cincinnya ketelen. Alexa susah napas. Mau saya bawa ke rumah sakit tapi cincinnya berhasil di muntahin, Pak. Kalian bisa cek kedatangan dan kepergian saya dari Green Apple resto kalo gak percaya."
ESTÁS LEYENDO
ALEO [End]
Genel KurguLeon Jonathan Grady adalah pewaris tunggal dari perusahaan Grady Group yang bergerak di bidang alat transportasi. Leon merupakan pria yang selalu tampil sempurna dan di kenal angkuh oleh para karyawannya. Alexa Olivia Jonshon merupakan perempuan ber...
![ALEO [End]](https://img.wattpad.com/cover/301022381-64-k750802.jpg)