Leon segera menelepon bagian cleaning service dan meminta Alexa agar segera naik ke ruangannya. Ia sudah tak sabar untuk memberikan hadiahnya kepada OB ceroboh itu.
Sepuluh menit berlalu. Alexa tiba di ruangan CEO arogan itu. "Ada apa, Pak? Apa makan siangnya mau dibawa sekarang?" tanya Alexa.
"Bukan. Duduklah!" perintah Leon.
"Apa saya salah lagi?"
"Bukan. Ada sesuatu untukmu."
"Untuk ku?"
"Iya. Bukalah!" ucap Leon memberikan totebag pink itu kepada Alexa.
Gadis berponi dengan tinggi 165 cm ini menerima totebag itu dan membukanya. Sebuah kotak berwarna hitam metalik dengan pita merah besar sebagai pengikatnya.
Alexa melepas ikatan pita itu kemudian membuka kotak hitam dan terkejut melihat kartu ucapan berbentuk hati. Ia mengambil kartu kecil itu dan meletakkannya di meja.
"Sepatu," ucap Alexa saat melihat isi dalam kotak itu.
"Iya. Apa kamu suka?"
Alexa tidak menjawab pertanyaan Leon Justru ia membaca kartu ucapan yang sempat ia letakkan di meja. Alexa tersenyum dan tertawa.
"Edgar ada-ada aja, deh. Tadi Edgar ke sini, Pak?"
"Edgar?"
Alexa mengambil sepasang sepatu itu dan tertawa lagi. "Edgar gimana, sih! Mau kasih kado tapi gak ngerti kesukaan aku," ucap Alexa.
"Apa kamu gak suka sepatu itu?"
"Suka karena dari Edgar. Tapi sebenarnya aku suka yang flat."
"Oh. Kalo gak suka biar aku kembalikan."
"Gak usah. Bilang ke Edgar kalo aku berterima kasih udah dikasih kejutan."
"Iya."
"Saya permisi, Pak," ucap Alexa memasukkan lagi sepatu itu ke dalam kotak dan totebag. Kemudian pergi dari ruangan si beruang kutub.
Leon mengembuskan napas panjang. Hadiah untuk Alexa sepertinya salah.
"Ngapain aku beliin dia sepatu? Pake kartu ucapan
I love you lagi! Untung aja Alexa ngira itu dari Edgar," batin Leon dengan kekesalannya."Huft, kalian memang saling mencintai. Kamu beruntung, Edgar!" gumam Leon yang merasa cemburu akan tetapi tidak sadar akan perasaannya.
***
Jam makan siang telah datang. Varrel mengajak Leon untuk ke kantin kantor. Namun, Leon menolak ajakan dari sahabatnya dan mengatakan jika makan siang mereka akan di antar oleh Alexa.
"Oh, begitu. Baguslah. Gak perlu capek-capek ke gedung belakang," ucap Varrel.
Benar saja. Alexa datang membawa 3 porsi makan sesuai dengan permintaan Leon. Gadis itu meletakkan tiga nampan berisi nasi putih, lauk, sayur, serta potongan buah-buahan di meja tamu yang ada di ruangan CEO itu.
"Sudah, Pak. Permisi," ucap Alexa.
"Duduklah!" perintah Leon.
"Iya. Aku udah duduk, Leo," jawab Varrel.
"Bukan kamu," ucap CEO angkuh itu.
"Alexa?" ucap Varrel menunjuk Alexa yang berdiri.
"Iya."
"Saya, Pak?" ucap Alexa bertanya untuk meyakinkannya lagi.
"Iya kamu. Duduk dan makanlah bersama kami."
Alexa duduk di samping Varrel. Gadis itu justru semakin heran dengan tingkah Leon hari ini. Begitu juga dengan Varrel. Pria ini semakin yakin jika Leon sahabatnya benar-benar menyukai Alexa.
"Bisa ada perang saudara nanti," batin Varrel.
"Kenapa kalian berdua diam? Apa gak lapar?" tanya Leon yang hampir menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.
Varrel dan Alexa segera makan tanpa bersuara. Ketiganya menikmati makanan dalam keheningan. Hingga semua makanan dalam nampan masing-masing telah habis tanpa sisa.
"Saya sudah selesai, bolehkah saya keluar?" ijin Alexa
"Iya," jawab Leon yang tidak bisa menahan Alexa lebih lama karena ada Varrel.
Alexa membawa semua peralatan makan dan keluar ruangan. Leon menyandarkan bahunya dan memandang Varrel yang sedari tadi memerhatikan tingkah atasannya itu.
"Kenapa menatapku terus?" tanya Leon.
"Bukan apa-apa. Aku mau kasih saran aja kalo mau move on dari Amanda, bisa gak cari cewek yang berkelas sedikit?"
"Maksud kamu?"
"Kamu itu CEO, gak pantes suka sama seorang OB."
"Cinta gak mandang status orang. Pantas selama ini kamu gak pernah nemu pasangan."
"Jadi dugaan aku bener kan? Kamu suka Alexa?"
"Gak!"
"Kamu tau gosip terbaru di kantor tentang kamu?"
"Aku? Digosipin?"
"Iya. Aku juga penasaran dan pengin denger dari mulut kamu sendiri."
"Apa?"
"Kamu kasih hadiah ke Alexa?"
"Gak."
"Jangan bohong! Banyak yang lihat kamu bawa totebag pink tadi. Dan banyak yang liat juga Alexa membawa totebag yang sama dengan yang kamu bawa."
"Itu bukan dari aku."
"Gak mungkin. Kamu gak bakat buat bohong, Leo Udahlah. Sebelum hal buruk terjadi, perlakukan OB itu sewajarnya!"
"Oke, aku kasih dia sepatu. Kenapa?"
"Kamu ini bos besar lho! Kalo kamu terlalu royal sama dia, bisa-bisa kamu di manfaatkan, Leo. Banyak cewek matre diluar sana. Contohnya Amanda kan? Aku yakin Amanda menyesal menikahi orang lain setelah dia tau kamu jadi CEO kayak gini."
"Tolong jangan sebut nama wanita itu lagi di hadapanku!" tegas Leon.
"Ok. Aku ganteng, aku diem."
See you next part...
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan Vote & Comment!

ESTÁS LEYENDO
ALEO [End]
General FictionLeon Jonathan Grady adalah pewaris tunggal dari perusahaan Grady Group yang bergerak di bidang alat transportasi. Leon merupakan pria yang selalu tampil sempurna dan di kenal angkuh oleh para karyawannya. Alexa Olivia Jonshon merupakan perempuan ber...