Mobil Leon sudah terparkir di luar pagar. Ia berniat masuk ke dalam tanpa membawa mobil agar Alexa tidak bisa lari dan bersembunyi.
"Aku ke sana sekarang aja mumpung gerbang terbuka."
Leon keluar dari mobil membawa setangkai mawar putih untuk Alexa. Langkah kakinya berhenti di depan gerbang. Ia melihat adegan mesra Edgar dengan seorang wanita. Meski wanita itu tertutup punggung Edgar, tapi ia tahu jika wanita itu pasti Alexa.
Leon berbalik dengan kecewa. Membawa setangkai mawar putih yang sudah layu terkena hujan.
"Apakah aku salah mencoba memasuki hubungan kalian?"
***
Alexa mendorong tubuh Edgar dengan keras. "Lepasin! Ngapain sih, Gar?" ucap Alexa mengelap bibirnya.
"Lho? Kenapa? Kan ditelepon aku sudah bilang tadi mau cium nyata."
"Jangan lagi-lagi! Aku sudah gak pengen makan malam!" ucap Alexa masuk ke dalam rumah dengan basah kuyup.
"Kok gitu? Aku lapar, sayang."
"Pulang gak? Aku gak mau ketemu sama kamu!" bentak Alexa.
"Kok marah? Jangan marah dong, Sayang."
"PULANG!" teriak Alexa lagi.
Membuat Jhonson dan Diandra menghampiri mereka.
"Kalian kenapa?" tanya Diandra ketika melihat Edgar yang sedang memohon dan putrinya yang sedang cemberut dengan bibir merahnya yang luntur.
"Edgar tuh, Mah. Bikin kesel aja. Alexa sudah malas. Suruh dia pulang!"
Alexa meninggalkan Edgar yang berdiri di luar pintu dengan air hujan yang membuatnya sedikit kedinginan.
"Kalian berantem?" tanya Jhonson.
"Iya, Om."
"Biasa. Anak muda kalau pacaran emang suka begitu. Kita aja yang udah nikah sering berantem-berantem kecil."
"Iya, Om. Ada sedikit salah paham."
"Aduh, kamu basah begini nanti masuk angin. Pakai baju Papanya Alexa dulu ya!" ucap Diandra yang kasihan melihat bibir Edgar yang sudah pucat.
"Tidak usah, Tante. Langsung pamit pulang aja."
"Mah, ambilin baju Papah sana. Kamu Edgar, nanti kalau sakit Om gak enak sama Ayah kamu. Ganti baju dulu baru boleh pulang. Ayo Masuk!" ucap Jhonson.
"Iya, Om. Edgar nunggu di sini aja. Nanti rumahnya basah."
"Tidak apa-apa. Mbok Marni urusan rumah semua bakal beres," ucap Jhonson menarik tangan Edgar dan mengajaknya masuk.
Tak berselang lama, Diandra turun membawakan celana dalam, celana training dan kaus milik suaminya. Ia memberikan pakaian itu kepada Edgar.
"Edgar, sekarang kamu ganti baju dulu ya. Kamar mandi ada di sebelah sana," tunjuk dianggap pada sebuah ruang kecil di bawah tangga di ruang keluarga.
"Iya, Tante," ucap Edgar menerima pakaian itu dan membawanya menuju kamar mandi. Ia segera melepas semua pakaiannya dan mengeringkannya dengan handuk yang sudah tersedia di kamar mandi itu. Yang jelas, handuk itu berwarna pink. Edgar mencium handuk lembut itu karena menduga milik sang pujaan hati.
"Lembut banget handuknya. Gak kayak yang punya," batin Edgar.
Edgar mengambil kaus Jhonson dan mengenakannya. Postur tubuh lelaki beranak satu itu yang tinggi besar membuat kaus yang digunakan Edgar kebesaran.
Ditambah dengan celana dalam dengan ukuran pinggang super. Untung saja celana training yang dipinjamkan Jhonson memiliki tali sehingga bisa menyesuaikan dengan lingkar pinggang Edgar.
Edgar keluar dengan membawa pakaian basahnya dari kamar mandi. Ia terkejut ketika melihat Mbok Marni sudah berdiri di depan pintu.
"Eh, Mbok. Ada apa?" tanya Edgar.
"Anu, Den. Tadi Mbok habis mandi. Handuknya ketinggalan. Sama ini kantong plastik buat tempat baju aden yang basah."
Deg!
"What? Handuk yang kucium tadi bukan punya Alexa? Astaga!" batin Edgar sambil berjalan keluar.
Ia menghampiri Jhonson dan Diandra yang duduk di ruang tamu. Sekalian berpamitan untuk pulang.
"Om, Tante. Edgar pamit pulang."
"Kok pulang? Makan malam bareng kita ya," ajak Jhonson.
"Tidak usah, Om. Langsung pulang aja."
"Ya udah, hati-hati di jalan ya."
"Iya, Om."
Edgar berjalan sangat pelan dengan kaki yang terbuka tidak lebar. "Jangan melorot! Jangan melorot! Jangan melorot!" batin Edgar menahan celana dalam agar tidak melorot karena sudah turun setengahnya.
"Mah, kenapa Edgar jalannya begitu?" bisik Jhonson.
"Kedinginan kali, Pah. Tadi bibirnya saja sudah pucat kan?"
"Kasihan. Sudah romantis banget mawar. Malah berantem."
"Besok juga paling baikan."
See you next part...
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan Vote & Comment!
ESTÁS LEYENDO
ALEO [End]
Tiểu Thuyết ChungLeon Jonathan Grady adalah pewaris tunggal dari perusahaan Grady Group yang bergerak di bidang alat transportasi. Leon merupakan pria yang selalu tampil sempurna dan di kenal angkuh oleh para karyawannya. Alexa Olivia Jonshon merupakan perempuan ber...
![ALEO [End]](https://img.wattpad.com/cover/301022381-64-k750802.jpg)