Alexa kembali ke ruangan cleaning service sambil menangis. Ia duduk di sebuah kursi sambil menyeka air matanya. Kekesalannya ia luapkan dengan cara mengumpat, "Dasar beruang kutub! Brengsek! Sialan!"
***
Satu jam menjelang istirahat siang, Varrel mengajak Leon dan Edgar untuk makan siang bersama di luar. Namun, Leon menolaknya dengan alasan malas untuk pergi.
"Emang kamu gak laper? Atau kita suruh Alexa aja buat beli makan?" celetuk Varrel .
"Gak. Jangan!" tolak Edgar.
"Kamu ini kenapa, sih? Jangan mentang-mentang dia pacar kamu terus gak boleh kita suruh?"
"Bukan gitu, Var. Tapi dia butuh istirahat juga kan?"
"Kan waktu masih satu jam, dia juga bisa istirahat nanti."
"Ya udahlah, terserah."
"Gimana, Leo? Kamu setuju sama ide aku yang super brilian ini?"
"Terserah!"
Varrel segera menelepon Razen. Teman Alexa di bagian cleaning service meminta agar Alexa segara menuju ruangan leon secepatnya.
Dalam waktu sepuluh menit, Alexa tiba di ruangan sang CEO angkuh dengan napas yang terengah-engah. "Selamat siang, Pak. Bapak perlu apa?" tanya Alexa sambil mengelap peluh di dahinya yang tertutup poni.
"Aku yang telepon kamu bukan Leo," sahut Varrel.
"Oh iya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?"
"Beliin kita makan siang ya?"
"Iya, Pak. Mau makan apa?"
"Kamu mau makan apa, Leo?" tanya Varrel pada sahabatnya.
"Terserah!" ucap Leon masih sibuk membaca laporan di tangannya.
"Ya udah, deh. Beliin kita empat bungkus ayam bakar pakai nasi yang ada di ujung pertigaan dekat lampu merah ya!" ucap Varrel memberikan selembar uang seratus ribu rupiah.
"Iya, Pak," jawab Alexa sambil menerima uang itu.
"Aku antar pake mobil ya, sayang!" ucap Edgar.
"Gak usah. Lagian sepeda aku ada di parkiran, kok."
"Tapi di luar mendung," ucap Edgar sedikit memaksa.
Alexa memelototi kekasihnya. Ia tak ingin kehilangan pekerjaan hanya karena tingkah laku Edgar di kantor. Dengan segera gadis berponi itu keluar ruangan CEO. Ia menuju tempat parkir dan mengambil sepedanya.
Sang mentari bersembunyi di balik awan kelabu. Sesekali suara gemuruh terdengar menandakan sebentar lagi akan turun hujan. Kedua kaki Alexa mengayuh sepeda butut itu dengan sekuat tenaga. Ia tak ingin basah kuyup kehujanan sebelum pesanan Varrel di dapatkannya.
Keberuntungan tidak berpihak pada gadis ini. Rintik hujan mulai turun perlahan. Padahal warung nasi bakar tujuannya sudah terlihat. Ahirnya Alexa sampai di depan warung nasi bakar itu meski dengan pakaian dan rambut yang sedikit basah.

ESTÁS LEYENDO
ALEO [End]
General FictionLeon Jonathan Grady adalah pewaris tunggal dari perusahaan Grady Group yang bergerak di bidang alat transportasi. Leon merupakan pria yang selalu tampil sempurna dan di kenal angkuh oleh para karyawannya. Alexa Olivia Jonshon merupakan perempuan ber...