Saat Alexa hampir tiba di kantor, ia melihat kerumunan di pinggir jalan. Namun, sekilas ia mendengar suara pak Dani, teman seprofesinya tengah memohon ampun dan belas kasih. Alexa menghentikan laju sepedanya dan menyeruak di balik kerumunan.
Dugaannya ternyata benar. Pak Dani tengah berdiri dengan lututnya sambil menyatukan kedua tangan di depan seorang pemuda berkemeja kream dengan dasi terpasang di lehernya.
"Pak Dani? Ada apa ini? tanya Alexa.
"Saya nggak sengaja nyenggol sepeda motor dia, bahkan saya yang jatuh. Tapi motor dia ke gores, saya harus ganti rugi lima ratus ribu, Xa. Kamu kan tahu kita belum gajian."
Mendengar penjelasan pak Dani, Alexa geram. Ia berdiri di hadapan peria gagah yang meminta ganti rugi itu.
"Heh, pak Dani nggak sengaja bikin motor jelek kamu itu jadi ke gores, yang ada juga dia yang motongnya sampai jatuh. Kenapa nggak damai aja sih?" bentak Alexa.
Pria itu mendorong dahi Alexa dengan telunjuknya dan memintanya untuk tidak ikut campur. Akan tetapi, Alexa semakin kesal dan mengambil uang dalam dompetnya sejumlah lebih dari lima ratus ribu rupiah. Uang itu ia hantamkan ke wajah pria berkemeja krem dengan keras.
"Masalah selesai!" ucap Alexa. Lantas gadis itu meminta pak Dani bangun dan segera ke kantor.
Kerumunan bubar. Pak Dani bangkit dengan kakinya yang berjalan pincang. Sedangkan Alexa sudah mengayuh sepedanya kembali. Tiba-tiba sesuatu yang keras menghantam roda belakang sepeda milik Alexa, keseimbangan pun tak terjaga dan gadis cantik itu terjatuh.
"Alexa!" ucap pak Dani dan mendekati Alexa dengan menahan sakit di kakinya.
Leon yang kebetulan lewat melihat adegan itu dari dalam mobil. Seorang pria muda yang membawa batu dan melemparkannya ke wajah sang office girl ceroboh. Alexa pun mendapat perlakuan kasar dan ia didorong menjauh.
Leon segera menepikan mobilnya. Keluar dengan gagahnya dan mendekati pria yang sudah beberapa kali menendang Alexa. CEO angkuh ini menendang punggung sang pria hingga ia jatuh tersungkur. Leon mendekatinya dan mengambil id card pria itu yang ada di saku kemejanya. Pria itu merupakan karyawan Grady Group bagian pengembangan.
"Kamu saya pecat!" ucap Leon lirih sambil menarik id card sang pria dan mematahkannya jadi dua.
Edgar yang juga akan menemui Alexa, melihat sang pujaan hati menangis di pinggir jalan dengan darah yang mengalir dari dahinya. Badboy ini turun dari mobil Lamborghini kuningnya dan mendekati Alexa.
"Alexa, kamu kenapa?" ucap Edgar mendekati dan melepas jaket jeans yang ia kenakan untuk mengelap darah di wajah Alexa.
"Dilempar batu sama pria itu!" tunjuk Pak Dani pada pria yang baru saja kehilangan pekerjaan.
Edgar kesal dan akan membalas perbuatan kejinya. Namun, Leon yang masih ada di sana melarangnya.
"Tidak perlu, Ed. Aku sudah membalasnya dengan cara yang elegan," ucap Leon sambil berbalik dan hendak masuk ke dalam mobil.
"Leo, izinkan mereka libur hari ini!" ucap Edgar mutlak.
"Terserah!" jawab Leon tanpa ekspresi. Ia segera masuk ke dalam mobil dan melihat Alexa yang terus menangis kesakitan. Namun, ia segera pergi setelah melihat rekan-rekan Alexa datang.
"Alexa, Pak Dani, " panggil Razen yang datang bersama Pak Roni.
"Kalian tahu dari mana?" tanya Alexa sambil terisak.
"Saya yang kabarin Pak Roni, Xa," jawab Pak Dani.
"Kalian pulang aja ya!" perintah Pak Roni.
"Baik, Pak."
"Ayo kita ke rumah sakit," ajak Edgar.
"Gak mau, aku takut disuntik, Gar."
"Ya udah, ayo aku antar pulang," ucap Edgar membantu Alexa berdiri dan merangkulnya. Ia membukakan pintu mobil untuk gadis malang itu.
Mobil mewah berwarna kuning dikemudikan dengan santai. Ia menepi di depan apotek. Edgar membelikan plester dan obat merah untuk menutup luka di dahi Alexa.
"Sini aku bersihin dulu lukanya," ucap Edgar.
"Terimakasih, Edgar."
"Iya sama-sama. Kamu udah baca pesan aku semalam kan?"
"Iya."
"Aku mau nagih janji kamu, ada permintaan yang harus kamu turuti."
"Iya, aku ingat. Aku bakal nurutin, kok."
"Aku mau kamu jadi pacar aku, Xa."
Alexa berhenti bernapas sejenak mendengar perkataan dari Edgar. Ia memandang mata Edgar yang menatapnya penuh arti.
"Gak bisa, aku udah suka sama orang lain."
"Setidaknya coba dulu, beri aku waktu tiga bulan saja buat jadi pacar kamu, please!"
"Edgar, aku nggak mungkin menjalin hubungan tanpa cinta."
"Aku tahu itu. Jika dalam tiga bulan kamu tetap nggak cinta, aku akan biarkan kamu pergi. Jadi tolong beri aku kesempatan," ucap Edgar dengan sorotan mata yang tulus.
Alexa dan Edgar yang masih berada di dalam mobil saling melempar pandangan. Alexa tak tahu apa yang harus dikatakan kepada Edgar. Di sisi lain, ia sudah berjanji untuk menuruti apapun permintaan pria berambut mohawk itu.
"Edgar," panggil Alexa.
"Iya?"
"Aku..."
Edgar menghentikan napasnya sejenak dan membuka telinga lebar-lebar ketika Alexa akan menjawab pertanyaannya. Dengan jantung yang berdegup tak beraturan, Edgar terus memandang wajah Alexa yang cantik di matanya.
See you next part...
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan Vote and Komen!
ESTÁS LEYENDO
ALEO [End]
Fiksi UmumLeon Jonathan Grady adalah pewaris tunggal dari perusahaan Grady Group yang bergerak di bidang alat transportasi. Leon merupakan pria yang selalu tampil sempurna dan di kenal angkuh oleh para karyawannya. Alexa Olivia Jonshon merupakan perempuan ber...
![ALEO [End]](https://img.wattpad.com/cover/301022381-64-k750802.jpg)