Edgar menuntun Alexa dan mengajaknya pulang dengan si kuning lamborghini kesayangannya. Pria bergingsul ini melihat sepatu pemberian Leon yang di kenakan kekasihnya. Cukup kecewa dalam hatinya. Akan tetapi Edgar tetap diam dan membiarkan Alexa mengetahui jika sepatu itu adalah pemberiannya. Bukan Leonn.
"Masuk, Sayang," ucap Edgar setelah membukakan pintu untuk Alexa.
"Makasih, Gar."
Edgar segera berputar dan masuk ke dalam mobilnya.
"Kamu udah makan, sayang?" tanya Edgar.
"Belum."
"Kita cari makan dulu ya?"
"Aku malas makan, Gar."
"Kamu udah ngaku?"
"Gak jadi. Tiba-tiba Amanda dateng, dia suruh aku keluar."
"Amanda?"
"Iya. Dia juga nyamperin aku di ruang OB," ucap Alexa menceritakan semua yang ia alami hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengurung diri di dalam kamar mandi.
Edgar emosi. Ia membanting setir dan menepikan mobilnya secara tiba-tiba. Hingga suara roda dan aspal yang bergesekan terdengar cukup keras.
"Gar, kamu kenapa?" tanya Alexa panik melihat wajah Edgar yang memerah kesal.
"Wanita itu yang sudah melukaimu?" tunjuk Edgar pada seorang wanita yang tengah bersandar di mobil yang berhenti di pinggir jalan. Wanita itu tengah bermain ponsel sendirian.
"Iya. Itu bener Amanda kan?"
Edgar langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Amanda. Alexa yang takut kekasihnya akan melakukan tindakan kekerasan segera menyusulnya.
"Amanda!" panggil Edgar.
"Hey, Edgar, lama gak ketemu ya?" ucap Amamda berlari dan hendak memeluk sahabat dari mantan kekasihnya itu.
"Minggir! Apa yang kamu lakuin ke pacar aku, hah?"
"Aku? Emang aku ngapain?"
"Gak usah berlagak sok polos! Aku sudah tahu semuanya!"
"Ini cewek kamu?" ucap Amanda menatap ke arah Alexa yang berdiri di samping Edgar.
"Iya. Kamu udah inget apa yang kamu lakuin ke dia di kantor kan?"
"OB, tukang ngadu!" gerutu Amanda.
"Ngomong apa kamu?" ucap Edgar semakin kesal.
"Gar, buka mata kamu lebar-lebar! Dia itu ngincer Leon juga! Pasti cuma mau morotin kalian aja!"
"Gak usah sotoy kalo gak ngerti apa-apa!"
"Udah keliatan, kok. Mending kamu jaga pacar kamu baik-baik biar gak ganggu Leon. Leon itu cuma buat aku, buat Amanda! Paham?" ucap Amanda mendorong bahu Alexa dengan telunjuknya.
"Dasar cewek matre! Gak usah main kasar!" ucap Edgar kesal.
"Apa? Kamu ngatain aku cewek matre?"
"Iya. Kamu ninggalin Leon demi pria kaya kan? Sekarang kamu nyesel setelah tau kalo Leon itu pewaris tunggal Grady Group?"
"Aku emang masih cinta sama Leon."
"Basi! Gak usah bikin pengakuan cinta di depan aku. Bilang sana sama Leonmu itu! Satu hal lagi, kamu denger baik-baik. Sekali lagi kamu nyakitin Alexa, aku gak bakal diem. Paham?" ucap Edgar mendorong dahi Amanda dengan telunjuknya.
"Udah, Gar, kita pulang yuk!" ucap Alexa menarik lengan Edgar sebelum kejadian buruk terjadi.
Saat Edgar dan Alexa tengah berjalan menuju mobil, Amanda mengambil sebotol air mineral dari dalam mobilnya. Ia berlari dan menarik pundak Alexa hingga gadis itu memutar badan.
"Aaaa," Alexa berteriak. Amanda menyiramkan air dalam botol ke wajah Alexa.
"Kamu apa-apan sih?" ucap Edgar kesal dan mendorong tubuh Amanda hingga jatuh di atas trotoar.
"Kenapa? Kenapa gak ada yang mau ngerti perasaanku? Siapa cewek itu sampe Leon sama kamu begitu melindunginya, hah? Apa kamu udah lupa masa-masa bareng aku dulu?" teriak Amanda.
"Bisa diem gak? Kalo mau mengenang masa lalu silakan temui Leon!"
"Gar, bantuin aku. Please! Bantuin aku biar bersatu lagi sama Leon!" ucap Amanda memohon dengan terus memegangi kaki Edgar.
Pria bergingsul yang sangat mencintai Alexa ini sempat terbesit niatan untuk membantu Amanda. Hal yang akan sangat menguntungkan baginya.
Namun, sesaaat ia melihat Alexa yang menangis. Hatinya bimbang. Di sisi lain ia tahu jika Alexa hanya mencintai Leon.Akankah kesempatan emas bagi Edgar akan di gunakan olehnya? Bermain kotor demi mendapatkan hati Alexa? Atau, ia rela sakit hati dan hanya menjadi kekasih Alexa tiga bulan seperti janji sebelumnya? Entahlah dirinya masih bingung.
Edgar melepaskan cengkeraman tangan Amanda. Menarik lengan Alexa dan membawanya masuk ke dalam mobil.Niat awal mengajak Alexa makan siang sebelum pulang gagal. Edgar masih merasa kesal dengan perlakuan Amanda terhadap kekasihnya itu.
Edgar mengemudikan mobilnya hingga sampai ke istana mewah milik keluarga Jhonson."Gar, kirain mau ajak makan," ucap Alexa sambil memanyunkan bibirnya.
"Oh iya. Aku sampe gak kepikiran, Sayang. Nanti malem aja aku ajak makan di luar ya? Sekarang kamu istirahat," ucap Edgar mengusap rambut Alexa.
"Kamu gak masuk dulu?"
"Gak usah. Salam aja buat Mamah sama Papah kamu."
"Ya udah. Hati-hati ya, Gar."
Alexa turun dari mobil milik Edgar. Melambaikan tangan dan menunggu mobil sang kekasih lenyap berbaur dengan kendaraan lain di jalan raya.
Edgar mengendarai mobil sportnya itu dengan kencang. Ia berniat untuk menemui Amanda lagi. Ada satu hal penting yang tidak bisa di tunda dan harus di katakan saat itu juga.Beruntung! Mantan kekasih sahabat sekaligus sepupunya itu masih berada di tempat semula. Entah apa yang dilakukan wanita itu sendirian di pinggiran trotoar. Pria bergingsul ini menepikan mobilnya. Ia segera keluar dan menghampiri Amanda yang tengah menikmati sebatang rokok di tangan kanannya. Kepulan asap keluar dari mulut
wanita dengan rambut berhelombang itu. Ia tersenyum melihat kedatangan Edgar."Sepertinya kamu ada di pihakku," ucap Amanda sambil menyemburkan asap ke wajah Edgar.
"Jangan terlalu percaya diri! Aku tidak tertarik dengan kisah cintamu!"
"Lalu? Kenapa kau datang lagi?"
"Aku hanya ingin menyelamatkan cintaku. Aku mau kamu terus membujuk Leon agar mau menerimamu lagi."
"Sulit. Leon sepertinya menyukai kekasihmu."
"Tidak semudah itu memberikan Alexa untuk Leon. Kau hanya perlu terus mengungkit masa lalumu dengan Leon, agar dia goyah."
"Kau pikir itu mudah?"
"Semua akan mudah. Pastikan kau terus mengintai Leon. Lakukan yang terbaik jika Alexa ada di dekat Leon."
"Alexa? Jadi nama gadis itu Alexa? Apa istimewanya dia? Cuma OB aja jadi rebutan."
"Dia bukan OB biasa. Dia teman kecil Leon. Tapi Leon gak menyadari itu. Alexa anak tunggal pengusaha kaya. Jadi, jangan sekali-sekali menghina jika dia seorang OB."
"Kenapa rumit sekali," ucap Amanda sambil membuang puntung rokok. Kemudian ia mengambil bungkus rokok dan akan mengambil satu batang lagi. Edgar merebut kotak kecil berwarna merah marun itu. Mengambil satu batang isi di dalamnya dan Amanda membantu menyalakan apinya.
"Ingat! Berpura-puralah kita tidak bekerja sama di depan siapa pun!" ucap Edgar.
"Ok. Apa nomormu masih sama dengan yang dulu?"
"Ya."
"Aku akan menghubungimu nanti."
See you next part...
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan Vote & Comment!

ESTÁS LEYENDO
ALEO [End]
General FictionLeon Jonathan Grady adalah pewaris tunggal dari perusahaan Grady Group yang bergerak di bidang alat transportasi. Leon merupakan pria yang selalu tampil sempurna dan di kenal angkuh oleh para karyawannya. Alexa Olivia Jonshon merupakan perempuan ber...