"Alexa mana, Mah?" tanya Jhonson kepada istrinya. Mereka baru saja akan memperlihatkan putri mereka yang cantik kepada keluarga Grady. Namun, gadis itu sudah menghilang.
"Tadi di belakang kita, kok," jawab Diandra.
Jhonson mencoba menghubungi putrinya melalui telepon. Akan tetapi nomornya tidak aktif.
"Gak aktif, Mah," ucap Jhonson pada sang istri.
"Ke toilet mungkin. Aku sempet liat gadis pake baju putih di belakang kalian lari. Atau mungkin malu ketemu kita?" ucap Grady.
"Anak itu memang selalu bikin ulah akhir-akhir ini," ucap Jhonson memberi tahu.
Orang tua Alexa begitu takjub melihat perubahan Leon. Anak berusia sembilan tahun yang dulu sering bermain dengan putrinya, kini tumbuh menjadi pria tampan. Kemeja ketat yang di gunakannya menunjukkan bahunya yang lebar.
"Apa kamu benar Leon?" tanya Diandra.
"Iya, Tante." jawab Leon dengan senyum yang begitu pelit.
"Alexa pasti nyesel gak liat kamu. kamu masih ingat wajah Alexa kan?" tanya Diandra memastikan.
"Lupa-lupa ingat, sudah lima belas tahun berlalu, jadi agak lupa." jawab Leon.
"Kapan-kapan kamu harus ketemu sama Alexa ya!" ucap Diandra.
"Iya, Tante." Jawab Leon dengan sedikit senyum.
Acara makan malam berjalan lancar tanpa Alexa. Kedua keluarga ini menghabiskan waktu bersama dengan membahas perusahaan masing-masing.
****
Edgar yang tadinya akan kencan buta dengan seorang wanita akhirnya membatalkan sepihak demi mengintai Alexa.
Diam-diam ia mengikuti taksi yang di naiki gadis bergaun putih itu. Pria muda jangkung dengan rambut mohawk itu terkejut ketika Alexa berhenti di sebuah rumah besar, luas dan mewah. Ia juga melihat seorang security membukakan pagar dan
menundukkan kepala kepada gadis itu."Mencurigakan. Pasti dia bukan OB biasa. Aku bakal cari tahu semua tentang kamu, Cantik!" ucap Edgar melajukan mobil mewahnya dan pulang.
Pria tampan dengan penampilan badboy ini merebahkan tubuhnya di kasur yang berantakan. Selimut kusut, seprei tidak rapi, banyak benda di kasurnya yang sama sekali tidak enak dilihat mata.
Edgar masih terus memikirkan gadis bergaun putih. Kecantikannya benar-benar sudah membiusnya. Membuat sepupu dari Leon ini senyum sendiri sambil menatap langit-langit kamar.
Keesokan paginya, Edgar memenuhi janjinya pada diri sendiri untuk menemui gadis yang membuat tidurnya tak nyenyak. la bergegas membersihkan diri dan berangkat menuju kantor Grady Group sangat pagi. Benar saja, Edgar sampai di kantor ketika belum ada satu pun karyawan yang berangkat. Masih sangat sepi, hanya terlihat dua security berjaga di pintu masuk.
****
"Mah, Pah, aku udah selesai sarapan, aku pergi dulu!" ucap Alexa setelah meneguk segelas susu yang di siapkan Bi Marni.
"Buru-buru banget, Papah baru mau tanya, semalam kamu ngilang ke mana?" tanya Jhonson pada sang putri.
"Mules, jadi aku pulang." jawab Alexa berbohong.
"Alexa, Pak Rahmat semalam udah dapat sepedanya. Ada di garasi," ucap Diandra memberi tahu sang putri.
"Beneran? Ok, Alexa pergi sekarang!" ucap Alexa berlari menuju garasi. Senyum yang terpancar tiba-tiba memudar ketika yang ada di hadapannya adalah sepeda mini baru.

ESTÁS LEYENDO
ALEO [End]
General FictionLeon Jonathan Grady adalah pewaris tunggal dari perusahaan Grady Group yang bergerak di bidang alat transportasi. Leon merupakan pria yang selalu tampil sempurna dan di kenal angkuh oleh para karyawannya. Alexa Olivia Jonshon merupakan perempuan ber...