- 8 -

241 20 4
                                        

A M A I A
─── ・ 。゚☆: *. 🌹 .* :☆゚. ───

"Oh, kakakmu harusnya bekerja di bidang konstruksi. Ia tau banyak hal soal bangunan." Ujar Sara sambil mencuci kentang saat aku mendekat padanya.

"Ia sering menghabiskan banyak waktu bekerja paruh waktu bersama ayahku."

"Ayahmu bekerja di bidang kosntruksi?"

Aku mengangguk, ayah dulu memiliki pekerjaan yang bagus di Madrid. Tapi memilih pulang untuk mengurus perkebunan keluarga. Di sela-sela waktunya, ia sering menerima panggilan kerja untuk memperbaiki segala hal yang berhubungan dengan konstruksi dan Raoul sering diajak untuk itu, kadang Hugo juga membantunya jika pekerjaannya banyak.

"Sejujurnya, ia mencoba membuatmu terkesan."

"Oh yang benar saja." Jawab sara cepat tak percaya, padahal aku yakin ia sangat ingin memercayai itu.

"Dan kau tak biasanya mau menyentuh kentang. Kau juga berusaha membuat kakakku terkesan kan?"

Sara meledakkan tawa, lalu mengedikkan bahunya sambil memutar kedua bola matanya. "Kau lihat dia hari ini? Polo shirt dan celana bermuda tak pernah terlihat seseksi itu."

"Sudah kuduga." Jawabku cepat.

Sara lalu memutar tubuhnya padaku, "Sekedar memberi info, aku dan Fernando putus tadi pagi."

Aku membuka bibirku kaget, "Lo siento..." Ujarku pelan.

Sara menggelengkan kepalanya, "Sudah seharusnya terjadi, aku tak yakin bisa fokus bekerja jika terus menerus dibombardir pesan atau telefon darinya. Belum lagi jika kami harus berdebat, melelahkan." Sara menutup kalimatnya dengan helaan nafas yang panjang dan kencang.

"Tapi kau baik-baik saja kan?"

"Tentu, tenang saja. Ia bukan kekasih pertamaku, aku punya banyak mantan lainnya dan aku yakin bisa melanjutkan hidup dengan cepat." Ujar Sara sambil melirikku dan mengibaskan tangannya.

"Terima kasih ngomong-ngomong, untuk sindirannya." Balasku cepat.

Sara cepat-cepat tertawa dan merangkulku, "Bagaimana denganmu? Kau bersenang-senang hari ini?"

"Ya." Ujarku cepat sambil meniriskan sayuran di baskom plastik kecil. "Aku menulis jurnal tadi malam, pagi ini aku berolahraga dengan Mateo..."

"Oh waw, kau pasti bahagia sekali hari ini."

"Yep, lalu kita berjalan-jalan, mencoba banyak makanan, aku dan kau memasak bersama. Hari ini salah satu hari terbaikku selama beberapa hari terakhir." Aku meletakkan baskom jaring itu di wastafel, perlahan menoleh ke arah Sara dan menatap mata coklatnya, "Akan sangat sempurna jika aku bisa menyingkirkan fakta bahwa aku masih merindukan Hugo."

"Oh, Amaia... minggu-minggu pertama putus cinta memang berat." Sara mengelus bahuku lembut.

Aku mengangguk dan menghela nafas, "Kau tau, masakkan yang akan aku masak hari ini?"

Sara mengangguk cepat, "Yang diminta Mateo ya kan? Txipirones."

Aku mengangguk pelan, "Itu salah satu makanan kesukaan Hugo. Biasanya jika Hugo mencetak gol, aku akan merayakannya dengan membuatkan satu menu pilihannya. Dan Hugo selalu memilih menu masakan laut."

back to youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang