✧༺🌹༻✧
Amaia duduk di kursi taman, sendirian. Kedua mata birunya menatap Hugo yang mengobrol dengan Mikail sambil menggendong Rosalie, keponakannya. Senyum lebar tak henti-hentinya merekah setelah berita baik yang Mikail sampaikan. Raoul dan Mateo bahkan terus memuji pencapaian Hugo, dan Hugo dengan rendah hati terus mengucapkan terima kasih dan menjawab dengan santai, "Belum resmi sebelum aku menandatangani kontrak."
Amaia sangat menantikan berita yang akan dibawa Mikail, tapi tak menyangka berita itu akan berkaitan dengan kepindahan Hugo. Bukannya Amaia tidak senang dengan kepindahan Hugo, tapi sebentar lagi keduanya akan menikah dan itu berarti Amaia harus ikut dengan Hugo kemanapun calon suaminya itu pergi. Amaia memang bisa saja tetap tinggal di Spanyol, karena ia punya bisnis disini, itu bisa jadi alasan yang bagus. Selain itu, ia juga masih harus menemui Abuela sesekali, dan biaya pesawat dari London ke Bilbao tidaklah murah meski ia punya uang, atau Hugo bersedia membayarkannya. Aneh rasanya jika ia harus berpisah setelah menikah. Bukankah salah satu tujuan menikah adalah untuk saling mendampingi?
Tapi pindah ke Inggris terdengar terlalu drastis. Amaia bisa membayangkan Hugo bermain di Madrid, atau Barcelona, Perancis, atau mungkin Itali tempat keluarga buyut dari ayahnya berasal. Tapi tidak dengan Inggris. Itu terlalu jauh dan terlalu besar bagi Amaia. Fans sepakbolanya begitu fanatik, dan tidak selalu dalam artian yang baik. Sebagian besar media selalu memancing di air meruh meski faktanya tidak begitu. Belum lagi paparazzinya, dan berbagai lain lain yang mungkin belum pernah dibayangkan Amaia dan bisa saja menimpa dirinya. Terutama hubungan mereka. Inggris terlalu liar untuknya, ia tidak yakin ia akan cocok disana, apalagi bertahan dalam waktu yang lama.
Ia melirik ponselnya, membaca berita yang tiba-tiba muncul di halaman utamanya Instagramnya. Berita itu mengenai seorang perempuan Amerika yang akan menikahi salah satu anggota keluarga kerajaan. Yang dinikahi bukan penerus kerajaan memang, tapi selama setahun belakangan berita itu menjadi berita hangat dan berita yang beredar tak terlihat baik untuk sang perempuan.
"Aku tidak tau kau tertarik dengan berita Kerajaan Inggris." Sebuah suara yang ramah mendekat padanya.
Amaia langsung menegakkan tubuhnya, kepalanya yang sebelumnya disandarkan ke tiang ayunan kini langsung tegak, "Tidak, hanya membaca berita yang lewat." Ia menghela nafas, "Berita soal Ratu Letizia dan Ratu Sofia
lebih menarik perhatian."
Francesca memutar bola matanya, "Benar." Lalu keduanya tertawa. Wanita paruh baya itu duduk di salah satu kursi besi berwarna putih dekat Amaia, ia lalu menghela nafas, "London, huh?"
Amaia menganggukkan kepalanya, memaksakan senyum, "London terdengar sangat keren."
Francesca memutar bola matanya, lalu keduanya tertawa, "Apa kau khawatir soal London?"
Amaia menoleh lagi ke arah calon ibu mertuanya. Amaia tak pernah mengatakan ini, tapi ia sudah menganggap Francesca seperti ibunya sendiri. Jadi saat Francesca bertanya, Amaia pun menjawabnya dengan jujur. Amaia mengangguk menjawab pertanyaan Francesca.
"Apa yang kau khawatirkan?"
Amaia menatap Hugo kembali, "Aku jauh dari keluargaku dan bisnisku. Tapi yang paling aku takutkan adalah medianya."
Francesca mengangguk, "Bahkan perdana menteri pun tak lepas dari kekejamannya."
"Aku tidak sesuai standar apa yang biasa mereka lihat sebagai kekasih pemain bola, Francesca."
"Benar."
"Kulitku sangat pucat."
Francesca tertawa, "Kita berdua begitu, setidaknya dulu aku begitu." Melihat Francesca tertwa santai, Amaia ikut tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
back to you
RomanceKamu bisa saja jatuh cinta berulang kali, namun cinta pertama selalu mendapat tempat di hati. Benarkah? ataukah cinta pertama hanyalah sedikit kebodohan dan banyak rasa ingin tahu? ✧༺🌹༻✧ Setelah putus d...
