- 33 -

224 20 36
                                        

✧༺🌹༻✧

Amaia tengah membuat sesuatu di dapur saat Hugo keluar dari kamar, kini tampak santai dengan mengenakan celana pendek juga kaos polos. Ia melintasi ruang tengah dan langsung menuju dapur, hendak menonton demo masak yang akan dilakukan oleh wanita yang seharusnya menjadi istrinya akhir tahun ini.

Beberapa hari terakhir ini hatinya terasa lebih lega dan ringan dibandingkan saat beberapa hari setelah ia dan Amaia putus. Hugo telah melewati rollercoaster perasaan, kadang ia merasa bisa mendapatkan gadis manapun yang ia inginkan, tapi di lain hari ia merasa hanya Amaia lah yang ia inginkan. Kini hatinya mulai tenang dan logika kembali mengambil alih, ia akan mengikuti alurnya saja, Jika Amaia memang akan berakhir dengannya, gadis itu akan kembali padanya. Apapun yang terjadi.

Mengikuti permintaan Hugo, Amaia sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat Baguette. Setelah mengaktifkan ragi, ia kini mempersiapkan stand mixer dengan pengaduk berbentuk seperti kait, lalu memasukkan tepung dan garam di dalam mangkuk pengaduk.

Mata Hugo menatap Amaia yang bergerak lincah di dapur miliknya, mulai dari menuangkan ragi ke dalam mangkuk pengaduk, melipat-lipat adonan baguette, memanaskan oven hingga memasukkan roti panjang itu ke dalam oven. Semua dilakukan dengan cepat tanpa melihat resep. Itu karena Hugo sangat menyukai roti dan Amaia bisa membuat Baguette tiga sampai empat kali dalam sebulan.

"Ada apa?" Tanya Amaia saat mengeluarkan kepiting dari dalam kantung, kepiting itu sudah Amaia rebus sebelum dimasukkan ke kulkas, dan kini ia hanya perlu melakukan defrost di microwave.

Hugo menggelengkan kepalanya, "Tidak ada, aku hanya senang melihatmu disini."

Amaia menghela nafas dan menatap ke sekeliling, lalu pandangannya berhenti di mata hijau Hugo, "Aku juga senang berada di sini lagi." Ia lalu mebuka bungkus belanjaan dan mengeluarkan bumbu aromatik yang akan digunakan untuk memasak. Lalu mengeluarkan sekardus besar krim masak dan juga jamur.

Pertama Amaia memotong jamur untuk sup seperti permintaan Hugo, karena sup jamur adalah masakan paling mudah, masakan itu selesai dalam 20 menit.

"Hei." Ujar Amaia saat melihat mata Hugo terpaku pada kedua tangannya, lelaki itu lalu menoleh ke arah Amaia, "Bisa bantu aku melepas kaki-kaki kepiting ini?"

"Tentu." Hugo bangkit dari kursi tingginya dan berdiri di sisi Amaia, gadis itu sudah sering memasakkan Txangurro jadi Hugo sudah tau apa yang harus ia lakukan.

Di sebelahnya, Amaia tengah mencacah bawang putih dan bawang bombay.

"Jadi, bagaimana pendapatmu saat menonton di stadion lagi kemarin?"

Amaia yang kini mencacah tomat langsung tersenyum, "Menyenangkan sekali."

Hugo tak dapat menahan senyumnya saat melihat Amaia tersenyum, "Apa yang menyenangkan menurutmu?"

"Selama ini aku tak pernah merasa aku rindu menonton pertandingan di stadion, tapi kemarin, berada di sana secara langsung..." Amaia berhenti mencacah dan meletakkan pisau besarnya, "Mendengar gemuruh teriakan penonton, melihat wajah-wajah yang aku kenal berjuang di lapangan, menyanyi bersama puluhan ribu fans lainnya... Rasanya luar biasa. Aku ternyata merindukan sensasi itu."

Hugo menoleh dan tersenyum ke arah Amaia.

"Aku dan Paulina akan datang ke pertandingan tengah minggu kalian."

back to youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang