- 43 -

262 23 64
                                        

✧༺🌹༻✧

Hugo mendorong pintu kamar dan langsung menjatuhkan Amaia ke kasur. Bukan karena kedua lengannya tak mampu menahan beban tubuh Amaia, tapi karena kedua tangannya begitu rindu menyentuh tubuh gadis itu.

Atau menangkupkan tangan di pipinya yang merona segar.

Atau melepaskan seluruh pakaian yang menutupi tubuh gadis itu.

Dan tentu saja ia rindu menyentuh setiap lekuk tubuh wanitanya yang terasa lembut, empuk dan hangat.

Amaia berhasil melepaskan tubuh Hugo dari kaus putih polosnya, tapi belum berhasil melepaskan celananya. Hugo tak memberikan Amaia kesempatan untuk bergerak karena ia tak henti-hentinya menghujani tubuh Amaia dengan ciuman. Meninggalkan jejak basah pada setiap lembah di tubuh gadis itu, yang seketika juga menghilang karena menguap dari hawa panas tubuh Amaia, meski pendingin ruangan bertiup kencang.

Suara desahan lembut yang keluar dari bibir Amaia membuat Hugo tersenyum lebar, setiap sentuhan di titik erotis gadis itu membuat Hugo sangat bersemangat. Saat desahan Amaia terdengar meninggi, Hugo akan mempercepat gerakan tangannya hingga Amaia tampak tak lagi dapat menahan diri dan mencengkram lengannya, seperti mencapai sesuatu tapi bukan orgasme.

"Kau ingin aku berhenti?" Tanya Hugo cepat saat tangannya akhirnya dilepaskan oleh Amaia, nafas gadis itu naik dan turun dengan cepat.

Tapi Amaia tak menjawab dan memilih menarik Hugo untuk mengembalikan bibir tipis lelaki itu ke bibirnya. Menciumnya dalam hingga membuat tubuh Amaia merasa seperti meleleh ke atas kasur. Kedua tangannya dengan cepat menarik kancing celana panjang Hugo dan berharap celana itu turun dengan sendirinya. Tapi tidak, dengan kebiasaan Hugo mengenakan celana yang pas di badannya, membuat celana itu harus diturunkan secara manual dengan tangan. Tapi Amaia tidak kehilangan akal, ia menarik celana panjang Hugo kebawah dengan kedua kakinya, lalu Hugo membuka celananya dengan menginjak celananya hinga kedua kakinya lepas dari bahan denim itu.

Senada dengan yang dilakukan Hugo, Amaia juga melepaskan diri dari pakaiannya, lalu keduanya merangkak ke tengah ranjang dan kembali berciuman. Tapi tak lama pesawat terasa goyang dan turun dengan agak cepat hingga membuat jantung mereka seperti lepas dari tempatnya. Secara refleks Hugo menidurkan tubuhnya di kasur dan memeluk Amaia.

"Astaga, aku kaget sekali."

Hugo hanya tertawa, "Jadi begini rasanya bercinta di langit."

Amaia dengan cepat mengerutkan hidungnya, "Kita bahkan belum bercinta." Lalu ia menundukkan wajahnya untuk mendaratkan kecupan di tubuh Hugo, yang semakin lama semakin ke bawah, menuju titik sensitif Hugo tanpa menyentuh sajian utamanya.

Terdengar deru nafas berat dan desahan ringan saat Amaia mencium dan menghisap pelan bagian pangkal paha Hugo, tubuh lelaki itu bergoyang pelan seperti kegelian.

"Amaia..." Panggilan Hugo terdengar seperti rintihan saat Amaia memberikan perlakuan khusus pada kedua bola kembarnya. Rintihan itu perlahan berubah menjadi desahan, lalu Amaia mulai memegangi bagian tubuh Hugo yang ereksi.

"Oh sial." Ujar Hugo, nadanya terdengar kesal jadi Amaia langsung menghentikan apapun yang sedang ia kerjakan.

"Ada apa?"

"Menurutmu Sara menyimpan kondom disini?" Ujar Hugo bangkit dari posisi tidurnya

"Kau tidak membawa kondom?" Amaia kembali duduk di ranjang.

back to youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang