- 31 -

207 19 15
                                        

✧༺🌹༻✧

Amaia baru keluar dari bilik mandi saat melihat Paulina tengah mengeringkan rambutnya, tubuh rampingnya dibalut oleh handuk yang entah mendapat kekuatan dari mana sama sekali tidak merosot meski Paulina bergerak cukup banyak dalam mengeringkan rambutnya.

"Bagaimana menurutmu Pilates sejauh ini?"

"Aku suka Pilates. Gerakannya tidak brutal seperti HIIT, tapi seluruh otot di tubuhku terasa seperti ditarik."

"Oh, tepat sekali. Tidak terlalu melelahkan seperti HIIT jadi kita bisa mengkombinasikannya dengan angkat beban." Amaia menyetujui kalimat Paulina dengan anggukan, "Lihat saja, tubuhmu akan menyukainya dan semakin terlihat bentuknya."

Amaia mengangguk dan berdiri di sisi Paulina sambil mengeringkan rambutnya, sementara sang model dengan percaya diri melepaskan handuk yang sebelumnya melilit tubuhnya dan langsung menggantinya dengan kaus crop top dan jins panjang.

Amaia lalu menatap pantulan dirinya di cermin yang dibalut oleh bathrobe satin, kedua tangannya sibuk mengeringkan rambut dengan hairdryer, sesekali pandangannya tertutup oleh bagian lengan bathrobenya yang lebar. Hawa panas yang datang dari mesin pengering rambut perlahan membuat tubuhnya terasa panas. Tapi ia tak mungkin membuka bathrobe-nya. Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena ia tidak percaya diri.

Tapi ia menatap sekeliling dan tak ada siapapun disana, tidak juga dengan Paulina karena wanita itu tengah mengambil sesuatu di lokernya yang berada 5 meter dari Amaia.

Amaia mengangkat rambut pirang tebalnya dan merasakan bathrobe yang ia kenakan menempel di punggungnya. Hawanya semakin terasa panas.

Oh, persetan dengan lemak dan kulit pahaku yang bergelambir.

Amaia lalu membuka jubah mandinya dan melemparnya ke meja kecil di hadapannya. Kini, kedua tangannya dengan leluasa mengacak-acak rambut dan mengarahkan moncong dari hairdryer yang mengeluarkan angin hangat nan kencang. Sepuluh menit kemudian, rambut Amaia mulai kering, ia pun meletakkan kembali mesin pengering rambut yang disediakan tempat gym dan menjepit rambutnya dengan jepitan besar.

Tiba-tiba Paulina datang dari belakang dan menepuk bokong Amaia dengan kencang hingga menimbulkan suara yang yang juga sama kencangnya.

"Paulina!" Pekik Amaia kaget lalu mengelus bokongnya yang kini terasa pedih, meski begitu Amaia tetap tertawa karena ia tau Paulina tengah bercanda.

"Aku tau kau memiliki bokong montok begini."

"Psst, diam Paulina." Ujar Amaia malu sambil menunduk dan cepat-cepat berjalan ke lokernya.

"Jika aku memiliki bokong seperti milikmu, aku akan mengenakan legging setiap hari."

"Bokongku biasa saja."

"Tentu saja tidak biasa. Itu bulat dan penuh dan dalam ukuran yang pas."

Amaia tak dapat menahan tawanya, "Bisa kita berhenti membahas soal bokong?"

"Baiklah, baiklah..." Ujar Paulina sambil mengangguk.

Setelah membereskan tas mereka, keduanya lalu keluar area ruang ganti dan menuju pintu keluar, saat itulah keduanya bertemu Alexis yang tengah duduk di ruang tunggu dekat gym.

back to youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang