- 42 -

249 24 50
                                        

✧༺🌹༻✧

Hugo berjalan cepat keluar di lorong, sesekali meihat jam tangannya dengan tak sabar, lalu kembali mempercepat langkahnya, kali ini setengah berlari sambil melemparkan tas ransel hitam ke belakang tubuhnya

Perayaan kemenangan Sevilla di semifinal berlangsung lebih lama dari yang ia kira. Setelah menyapa para penonton, para pemain langsung diminta kembali ke ruang ganti. Di dalam ruang ganti, Pelatih Jose Luis dan asisten pelatih memberikan pidato, memuji pemain dan memberikan masukkan pada para pemain. Hugo pikir hanya sampai disitu saja, ternyata tidak. Tiba-tiba seorang staff membawa 2 botol champagne besar ke dalam ruang ganti. Champagne itu ternyata pemberian dari pemilik klub untuk merayakan kemenangan kecil mereka.

Setelahnya semua terasa cepat. Mulai dari musik bernada cepat yang menggelegar lewat speaker, hingga semprotan champagne kesana kemari. Hugo yang hendak langsung mandi, hanya bisa pasrah saat seluruh tubuhnya disemprot minuman mahal itu. Setidaknya ia berhasil menyelamatkan ponselnya sebelum menjadi korban dari pesta pora rekan setimnya malam itu.

Hugo melempar tasnya ke kursi di sebelahnya dan menyalakan mobil, lalu menghubungi seseorang lewat ponselnya. Sambil menunggu panggilannya diangkat, ia membawa mobilnya dengan keluar dari area stadion.

"Hola!"

"Sara!" Pekik Hugo cepat, "Maaf terlambat mengabarimu, aku baru keluar stadion. Apa kau sudah tidur?"

"Belum, kau menyelamatkanku dari sesi overthinking-ku sebelum tidur."

Hugo tertawa kecil, "Sungguh? Aku pikir bangsawan kaya sepertimu tidak banyak pikiran." Ledek Hugo cepat.

Sara hanya mendecak kesal, "Jadi, aku sudah mengurus semuanya. Pilot sudah siap, bahan bakar juga sudah diisi. Kau dan Amaia tinggal datang saja."

"Apa ada lagi yang perlu aku siapkan? Apa aku perlu memberikan tip untuk pilot atau pramugarinya?" Tanya Hugo bingung. Merasa sedikit malu karena bertanya seperti itu, tapi juga merasa perlu bertanya begitu karena tidak mau membuat dirinya lebih malu lagi.

Sara menggunam lama, "Bisa saja jika kau mau. Tapi mereka sudah mendapatkan bagian mereka dari uang yang kau bayar. Lagipula ini hanya penerbangan ke Santutxu, bukan San Tropez." Balas Sara setengah tertawa.

Hugo ikut tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Baiklah. Kau juga akan datang kan besok? Akan menyenangkan sekali jika kita bisa berkumpul bersama. Kau, Raoul, Amaia dan Mateo."

"Aku akan usahakan."

"Usahakan? Ayolah, besok ulang tahunku."

Sara tertawa kecil. Hanya itu respon yang bisa ia berikan untuk merespon kalimat Hugo. Karena saat ini ia merasa tak memiliki semangat untuk kembali ke Santutxu. Bahkan pembukaan cabang yang sudah dekat tak juga membuat semangatnya naik untuk pergi kesana.

"Hei, ini sudah lewat dari jam 12, selamat ulang tahun Hugo. Semoga kau suka hadiah yang Amaia berikan, ia berpikir sangat keras untuk itu."

Hugo tertawa kecil, "Terima kasih, padahal aku sudah bilang aku tak ingin hadiah apa-apa darinya."

"Oh, kau akan sangat menyukainya Hugo." Ujar Sara sambil tertawa.

"Baiklah, aku kabari nanti jika ada apa-apa."

"Tentu."

back to youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang