M A T E O
─── ・ 。゚☆: *. 🌹 .* :☆゚. ───
"Okay, apa hal terbodoh yang kau lakukan saat kuliah?" Tanya Amaia saat kami duduk di atas pasir.
Amaia membawa keju yang ia beli tadi pagi di pasar, lalu Sara membeli wine dan Raoul membungkus beberapa gelas plastik dari rumahnya. Aku? Aku hanya membawa diri dan berusaha memberikan perhatian terbaikku untuk Amaia.
"Memaksa diriku untuk bekerja sampai dini hari, padahal besoknya ada ujian."
Amaia membelalakkan mata birunya sambil tertawa, "Itu sangat tidak bertanggungjawab."
Aku menganggukkan kepalaku sambil sesekali mengusap sebelah lenganku yang terasa lebih panas dari yang lain karena tersorot Matahari langsung.
"Aku tau, tapi aku juga tidak bisa menahan nominal
bayarannya." Aku menatap Amaia, "Bagaimana denganmu?"
Amaia mengenakan pakaian renang onepiece berwarna hitam dengan bagian belakang terbuka hingga pinggangnya. Ia menutupi tubuhnya yang berpakaian agak terbuka dengan sebuah luaran longgar bermotif etnik dengan warna yang terang, menutupi sebagian pahanya yang kini mulai kemerahan akibat terkena sinar Matahari berlebih.
"Menemani Sara ke acara ulang tahun kekasihnya saat itu dan baru pulang pukul 3 pagi. Tidak ada ujian, hanya saja itu pertama kalinya aku mabuk parah dan aku bersumpah aku tak akan pernah ingin minum terlalu banyak alkohol lagi."
"Ahh, aku penasaran dengan Amaia yang mabuk itu seperti apa."
"Nope, jangan pernah ingin tau."
"Kenapa?" Tanyaku cepat.
"Aku sangat menyebalkan."
"Kau tidak mungkin menyadarinya kan, kau mabuk."
"Sara yang cerita."
"Okay, katakan padaku seperti apa Amaia yang mabuk?"
"Bayangkan siput yang menempel di tembok."
"Okay." Jawabku cepat. Sudah tertawa lebih dulu, karena ia menggunakan siput sebagai analogi.
"Siput itu aku, aku akan mendadak menjadi anak kecil yang menempel padamu dan tak mau lepas."
"Ahh, itu tidak menyebalkan. Itu sesungguhnya menggemaskan."
"Tentu saja tidak." Jawabku cepat. "Bagaimana denganmu? Seperti apa Mateo yang mabuk?"
Aku menggumam lama, teringat pada kejadian yang terakhir kali terjadi saat aku mabuk, "Aku bisa menjadi agak sedikit agresif jika mabuk."
Aku mendengar Amaia bersiul, "Aku tidak mau membayangkan apa yang terjadi jika kau mabuk." Ujarnya sambil menyuapkan keju ke mulutnya.
Aku mengangguk sambil tertawa, aku juga tidak ingin mengingatnya momen terakhir kali aku mabuk.
"Kau punya target setelah ini Mateo?"
Aku mengangguk pelan, "Aku mungkin ingin membeli rumah."
"Wah, itu langkah besar."
KAMU SEDANG MEMBACA
back to you
RomanceKamu bisa saja jatuh cinta berulang kali, namun cinta pertama selalu mendapat tempat di hati. Benarkah? ataukah cinta pertama hanyalah sedikit kebodohan dan banyak rasa ingin tahu? ✧༺🌹༻✧ Setelah putus d...
