***
(Setia adalah prinsip yang harus dijaga. Tapi bagaimana kalau kesetiaan itu sudah tak berarti lagi?)
Tulisan di Insta Story Irma kini sudah masuk ke highlight. Artinya, siapa pun bisa melihatnya kapan saja.
Dan dampaknya jelas—
Hardi terus dihujat. Bukan hanya oleh warganet, tapi juga oleh orang-orang di sekitarnya, termasuk rekan kerja di FoodBeary.
Irma sendiri justru merasa puas.
Secara tidak langsung, dia berhasil memojokkan Hardi dan membuat hidup pria itu terasa semakin sempit. Tentu, dia tak mau reputasinya sebagai influencer hancur hanya karena kesalahan yang dilakukannya di masa lalu.
Baginya, karier adalah segalanya.
Dan kalau harus mengorbankan Hardi?
Dia tidak ragu melakukannya.
"Jadi kamu beneran mau ke FoodBeary?" tanya Rafli sambil memegang setir, matanya sekilas melirik ke arah Irma.
Irma duduk santai di kursi penumpang, senyum tipis tak lepas dari bibirnya.
"Ya jelaslah, Rafli sayang," jawabnya ringan. "Aku mau perpanjang kontrak di sana."
"Perpanjang kontrak, lalu?" Rafli sengaja memancing agar Irma lebih berbicara banyak.
"Sekalian, buat Hardi makin tersiksa."
Mendengarnya lantas membuat Rafli mengangkat alis.
"Tersiksa gimana? Karena kamu bakal terus ada di sekitarnya?"
Irma menjentikkan jari.
"Bingo."
Dia menyandarkan punggung, terlihat begitu menikmati rencananya sendiri.
"Kemungkinan besar Hardi pasti bakal merasa nggak nyaman. Tinggal lihat aja nanti ... dia kuat atau nggak."
Sebenarnya, Irma sendiri tidak benar-benar ingin berurusan lagi dengan Hardi.
Tapi demi menyelamatkan kariernya, dia memilih cara itu.
Menekan.
Mengganggu.
Dan kalau perlu—menyakiti lagi.
"Cepetan dong, gasnya," ujar Irma sambil menendang pelan sandaran kursi depan.
"Iya, iya," jawab Rafli langsung menambah kecepatan mobil, membelah jalanan di siang hari.
Di sisi lain—
Kantin FoodBeary masih cukup ramai.
Dua pria duduk berhadapan di salah satu meja.
Hardi sibuk menyendok seblak komplit, sementara Rendra menikmati nasi padangnya, sesekali memilih lauk di ujung piring.
"Gila ya... bahkan di kantin aja masih banyak yang ngomongin lo," ujar Rendra sambil melirik ke kanan-kiri. "Nggak ada capeknya mereka ngegosip."
Kemudian dia menggeleng pelan.
"Jujur ya, kalau gue jadi lo, mungkin gue udah cabut dari kantor ini. Cari tempat baru, biar nggak dengerin omongan mereka tiap hari."
Rendra terkekeh, mengira itu hanya candaan.
Namun tak lama setelah itu ...
"Dan gue sudah melakukan itu."
Rendra spontan terpaku dengan ucapan tersebut, langsung menaruh sendoknya di piring.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mission to be Liar
RomanceDiduga tidak setia karena menceraikan istrinya, Hardi seakan membawa beban baru. Hardi dihujat tanpa sebab, membuatnya tertekan dan memilih resign dari kantor tempatnya bekerja. Tanpa sengaja, Hardi dipertemukan dengan Adelia. Keakraban kembali terj...
