***
Malam perselingkuhan
Hardi tak henti-hentinya tersenyum sambil menggenggam buket mawar merah muda untuk Irma Riyanti.
Sepanjang lorong apartemen di lantai dua puluh, langkahnya terasa ringan. Dalam benaknya, dia terus mengulang kata-kata manis yang ingin diucapkan kepada sang istri. Malam itu, Hardi benar-benar ingin memberikan kejutan paling berkesan untuk Irma.
Selama menikah, Hardi memang sering memberi hadiah sebagai bentuk perhatian. Kadang cokelat, kadang bunga. Namun kali ini terasa berbeda.
Dia memilih mawar merah muda yang dibungkus elegan dengan kertas putih, lengkap dengan pita satin kecil di bagian bawahnya.
Sebelum memasuki unit 20-7, Hardi sempat menyemprotkan parfum ke tubuhnya. Dia juga merapikan rambut di depan pantulan kaca lorong, memastikan dirinya terlihat pantas di hadapan Irma.
Setelah itu, kartu akses ditempelkan ke pintu.
Bunyi klik terdengar pelan.
Hardi masuk dengan hati-hati, berharap Irma belum menyadari kedatangannya.
Buket bunga masih berada dalam genggamannya ketika ia melepas sepatu kerja dan menaruhnya di dekat pintu masuk. Pandangannya menyapu seluruh area apartemen.
Sunyi.
Kemungkinan besar Irma sedang berada di kamar sambil mengedit video, seperti kebiasaannya sehari-hari sebagai influencer kecantikan dan konten kreator.
"Kalau dia lagi di kamar, aku bisa kasih kejutan langsung," gumam Hardi pelan.
Jujur saja, dia sedikit gugup.
Biasanya Hardi hanya mengirim hadiah melalui kurir karena terlalu sibuk bekerja. Memberikan kejutan secara langsung seperti ini terasa jauh lebih mendebarkan.
Dengan senyum kecil di wajahnya, Hardi melangkah pelan menyusuri ruangan.
Namun tiba-tiba langkahnya terhenti.
Seketika refleks bersembunyi di balik tembok dekat rak sepatu.
Dia mendengar suara desahan.
Berulang kali.
Disusul bunyi kecupan yang terdengar jelas di telinganya.
Tubuh Hardi langsung menegang.
Jangan-jangan ...
Dengan napas tertahan, Hardi mengintip ke arah sofa abu-abu di ruang tengah.
Dan dalam satu detik, dunia seolah runtuh di depan matanya.
Irma sedang berciuman dengan seorang pria.
Bukan sekadar kecupan biasa—mereka saling memagut bibir dengan penuh gairah.
"Kenapa..." bibir Hardi bergetar. "Kenapa mereka melakukan itu di unitku sendiri?"
Tangannya mulai gemetar.
Sorot matanya menajam meneliti pria yang sedang bersama Irma.
Rambut tipis.
Sedikit brewok di sekitar dagu.
Mata bulat.
Hardi mengenali sosok itu meski hanya terlihat dari samping.
"Tunggu ..." napasnya tercekat. "Bukankah itu Rafli?"
Nama itu keluar begitu saja dari bibirnya.
Rafli.
Pria yang pernah memperkenalkan diri sebagai teman sesama kreator milik Irma. Pria yang meminta izin untuk berkolaborasi. Namun yang terjadi sekarang jauh melampaui batas kata "kolaborasi".
KAMU SEDANG MEMBACA
Mission to be Liar
RomanceDiduga tidak setia karena menceraikan istrinya, Hardi seakan membawa beban baru. Hardi dihujat tanpa sebab, membuatnya tertekan dan memilih resign dari kantor tempatnya bekerja. Tanpa sengaja, Hardi dipertemukan dengan Adelia. Keakraban kembali terj...
