PROLOG 🔔

90 9 0
                                        


Hiruk pikuk kota berubah menjadi jeritan.
Langit mendadak menghitam.
Udara membara, merah seperti hutan yang terbakar.

Bukan. Ini bukan bencana alam.
Ini—kehancuran yang disebabkan oleh manusia itu sendiri.

Tak ada yang tahu pasti dari mana asal kekacauan ini.
Kecuali mereka.
Enam anak yang dikenal sebagai Pahlawan Cilik Sejati—atau PCS.
Mereka yang kini menjadi harapan terakhir seluruh ibu kota.

“PCS… tolong kami…” Suara seorang nenek yang merintih dari balik reruntuhan.

“PCS! Kami butuh kalian!” Teriakan seorang wanita yang tergantung di ujung lantai rumah sakit yang nyaris ambruk.

“PCS, kami menunggumu!” Panggilan putus asa dari seluruh penjuru kota Jakarta.

Logo PCS berkibar di mana-mana—di sepatu, di tas, di topi, di hati masyarakat.
Mereka mengenal simbol itu.
Mereka menaruh harapan padanya.
Mereka tahu, hanya enam anak itu yang bisa mengubah nasib semua orang.

Lalu, dari kejauhan, siluet keenam anak muncul.
Mereka berdiri di ujung emas Monumen Nasional—dengan angin yang menerbangkan ujung-ujung pakaian khas mereka.

“Kalian siap?” Suara tenang dari seorang anak perempuan berponi dengan potongan rambut bob, menatap langit yang terbakar.

“SIAP!” Jawaban serempak dari kelima temannya, mata mereka penuh nyala tekad.

Inilah awalnya.
Awal dari segalanya.
Sebelum mereka menjadi PCS.
Sebelum semua orang mengenal nama mereka.

---

Kisah ini dimulai dari sebuah rumah aneh yang besar dan kelam—rumah milik Elizabeth Odelia Queenie.
Dan dari sebuah sekolah elit bernama Libii Academy, tempat di mana misteri dan keajaiban bertemu.

Siapakah mereka—enam anak Pahlawan Cilik Sejati itu?
Apa yang membuat mereka terpilih?
Dan... benarkah mereka hanya anak-anak?

---

[Fantasy — Mystery]
by Raisha Arsene

Go to PCS
Go to the one page


PCS: True TotsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang