The XIII : The Elaborate Plan

30 6 1
                                        


GO!

Egan sudah berdiri tegap di depan kami semua. "Besok, kalian bisa datang jam lima pagi?"

Apa maksudnya? Aku mengangkat satu alisku, bingung dan heran. Egan tersenyum miring.

"Besok jam lima pagi, kita akan bagi tiga tim untuk beli makanan dan membagikannya ke semua anak-anak reguler."

Menarik, tapi apa perlu sampai begini? Perasaan daritadi aku melihat Egan diam bukan karena berpikir atau merencanakan ini semua. Sepertinya memang sudah ada rencana besar di baliknya.

"Dalam tiga tim itu, masing-masing ada sepuluh orang yang diketuai oleh Galung, Bob, dan Cadby," lanjut Egan.

"Ha? Gue? Egan, lo enggak salah, kan?! Gue sama Cadby saja," Galung melayangkan protes, jelas terkejut dipilih sebagai ketua tim.

Egan sepertinya memang sudah lama memiliki rencana ini, bahkan sebelum masuk ke sekolah.

"Sstt, ini sudah gue atur! Jangan sampai lo menghancurkan rencana gue!" Egan berbisik tajam pada Galung.

Benar! Benar dugaanku. Egan sudah merencanakan ini dengan matang. Dia terlihat sangat serius memilih kami untuk menjadi sebuah tim, dan yang lebih baik lagi, masing-masing dari kami bertiga dibebaskan memilih anggota timnya. Aku rasa ini adil.

"Ayu, gue milih Ayu!" Tiba-tiba Bob dengan cepat memilih Ayu.

Ya, strateginya sangat cepat. Ayu memang anak yang jenius. Aku keduluan Bob.

"Eem, gue Wezi." Lagi-lagi aku keduluan. Galung memilih si mata sipit yang punya pemikiran licik.

"Gue Patrick, Anya, Gabren, Ina, Makel, Orik, Jia, dan Mika."

Bob memang yang paling dulu datang ke kelas 7 Reguler 3 sebelum kami semua. Makanya ia lebih tahu nama-nama anak di kelas ini.

"Gue, selain Wezi, pilih Mia, Angel, Kelly, Toriq, Gia, Hanif, Ogi, satu lagi Cila!"

Galung. Dia terlihat payah, tapi aku salah besar. Ternyata ia lumayan licik juga, sama seperti Wezi yang sudah terkenal liciknya. Galung memilih anak-anak yang aktif, tegas, dan berani. Cuma, kemungkinan Galung bakal menciut nyalinya dengan perilaku anggota-anggotanya yang dominan memiliki watak keras dari dirinya.

"Lo sisanya, Bro!" Egan menepuk pundakku. Aku menoleh ke anak-anak yang tidak terpilih. Mereka terlihat payah dan sepertinya tidak bisa diandalkan.

"Oh, ya..." Aku menengok ke Egan, tapi dia hanya tersenyum santai.

"Gue yang akan lebih dulu masuk ke dalam gerbang sekolah, karena cewek gue asramanya ada di sini."

Dia tahu apa yang ingin aku tanyakan. Itu membuatku lega. Egan sangat baik menjadi pemimpin.

Tatapan Egan kembali serius, tajam, dan sangar. "Oke..."

---

TIM BOB - Dini Hari di Kantin

"Tim pertama adalah Tim Bob," suara Egan menginterupsi. "Kalian yang akan pergi ke kantin dan membawa makanan ke dalam ruang reguler. Tapi, tunggu gue ambil kunci di ruang reguler buat kalian."

PCS: True TotsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang