CATATAN:
Karena panjang, bab ini dipecah menjadi dua bagian: "Bagian I - Terjebak" dan "Bagian II - Misi di Luar"
GO!
Bagian I: Terjebak
Tim Galung - Gudang Aneh
Tangis Angel terdengar lirih dari dalam ruangan. Ia terduduk tak jauh dari pintu yang sudah tak bisa dibuka sejak ia terjebak di sana.
"Angel, tenang... Ada gue." Suara Hanif terdengar dari luar.
Greegg. Pintu terbuka perlahan saat Hanif mendorongnya dari luar. Ia melangkah masuk, segera diikuti oleh Cila dari belakang.
"Hai," sapa Cila singkat saat melihat Angel.
Namun belum sempat Angel memperingatkan mereka soal pintu, suara bruk! terdengar—pintu menutup sendiri, kali ini mengunci ketiganya di dalam ruangan.
"Tunggu—jangan—" Angel berseru panik, namun terlambat.
Ruangan itu terasa seperti hutan lembap: penuh semak-semak lebat, daun-daun berlendir, pepohonan aneh, dan tanaman merambat di setiap sudut. Bau menyengat menyeruak, campuran tanah basah dan aroma busuk yang menusuk.
Cila melangkah perlahan, mengamati sekitar. "Ini... kayak goa, ya," gumamnya dengan ekspresi jijik. Matanya menangkap bentuk bunga aneh yang mencolok. "Beracun enggak, sih, ini?"
Hanif mendekat. "Bentuknya aneh juga..." ujarnya, hendak menyentuhnya.
"Mereka... kayak bernapas," lirih Angel, wajahnya makin pucat.
Hanif segera menarik tangannya. Ia dan Cila saling pandang, lalu mundur beberapa langkah. Tetesan lendir mulai jatuh dari bagian tengah daun, seolah dari 'mulut' tanaman.
---
"AAARGH! Nyebelin banget! Gue nyesel ikut kalian!" teriak Kelly. Suaranya menggema.
"Sst! Berisik, bantuin dong!" Wezi terengah masuk ke ruangan ketiga yang dipenuhi lumpur pekat dan lengket.
"Riq, bantuin!" Kelly panik melihat Toriq sudah jauh lebih dulu.
"Apaan sih! Nggak mungkin gue balik lagi!" Toriq kesal, berjuang mencapai batu besar di tengah ruangan. Ia duduk sambil mengatur napas. "Cepetan jalan!"
"Lung, gue di sini! Gue enggak bisa jalan! Beceknya parah," teriak Wezi, frustasi.
"Haha! Lebay banget lo! Lo sama anak excellent juga kayaan mereka! Cuma lumpur doang juga!" Suara Gia dari ruangan lain terdengar mengejek.
"Yaelah, ngeselin banget tuh cewek! Mana dia tahu lumpurnya kayak apa!" Kelly geram. Sementara itu, Wezi tetap berusaha melangkah walau kakinya nyaris tak bisa diangkat.
---
Sementara itu, di lorong panjang yang gelap dan sunyi...
Ogi dan Mia berjalan tanpa curiga, mengikuti cahaya di ujung lorong. Tapi semakin mereka melangkah, cahaya itu malah terasa makin jauh.
"Mia, sebentar deh." Ogi berhenti.
"Kenapa?" tanya Mia bingung.
Ogi menoleh ke belakang. "Kok... ada cahaya juga?"
"Lho?"
"Kayaknya... kita dimainin di sini." Ogi mulai panik. Ia langsung berlari ke arah pintu tempat mereka masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
PCS: True Tots
Fantasy• Tayang setiap hari Sabtu atau Minggu • PAHLAWAN CILIK SEJATI by Raisha Arsene --- Rumah besar itu hitam legam. Dan Ella baru saja memanggilnya rumah. Ella - anak perempuan yang hidupnya penuh imajinasi - tidak pernah menyangka kepindahan keluargan...
