The IV : Sekolah Baru

54 6 0
                                        


GO!

Namaku Elizabeth Odelia Queenie. Panggil saja aku Ella. Aku anak tunggal dari keluarga yang... bisa dibilang, super sibuk.

Pagi ini aku bangun sendiri, karena di rumah belum ada pembantu. Jadi, ya... aku harus bangun sendiri. Bukan masalah besar, cuma kadang aku masih suka ngaret kalau harus memulai hari sendirian.

"Cantiknya anak mama bisa bangun sendiri, ayo cepat mandi. Nanti langsung pakai seragam barunya," kata Mama sambil tersenyum.

"Iish mama ngeledek deh. Ini juga aku mau mandi," balasku sambil mencemberut.

Mama dan Papa menyiapkan semua perlengkapan sekolahku seperti seragam lengkap, buku, tempat pensil, tas, sampai sarapan. Mereka seperti ingin memastikan kalau hari pertamaku sempurna.

"PP, pulang-pergi tetap diantar sama Pak Supir. Nggak boleh pulang sendiri, oke? Muaaach," kata Mama sambil mengecup pipiku.

"Ingat, umur kamu belum genap 12 tahun. Jadi jangan merasa kamu sudah besar. Jaga pergaulan, dan pintar-pintar di sekolah ya. Oke, luv luv Papa, muaaach," tambah Papa dengan pelukan dan kecupan hangat.

Aku tersenyum lebar. Aku memang anak tunggal, tapi kasih sayang dari Mama dan Papa itu kayak dibagi buat tiga anak sekaligus.

"Iya, Mapa, Ella berangkat dulu. Ella akan jaga diri baik-baik kok. Percayalah sama Ella," kataku sambil mengedipkan mata.

"Wah pasti dong, Non... Pak Biah juga percaya sama Nona," celetuk Pak Supir dari balik kemudi.

"Iii Pak Supir nguping!" protesku.

Hahaha. Tawa Mama, Papa, dan Pak Supir mengisi teras rumah pagi itu.

---

Dalam perjalanan, aku melihat anak misterius itu lagi. Kali ini dia naik sepeda menuju Cluster Grassland. Cluster itu masih satu perumahan denganku. Tatapannya tajam, penuh semangat. Kayuhan sepedanya kuat, seperti dia mengejar sesuatu. Atau... seseorang?

Aku kira aku bakal jadi yang paling pagi di sekolah. Tapi ternyata kami terjebak macet luar biasa. Ya sudahlah, aku pasrah. Aku nyalakan earphone, sambung ke tablet baru, dan pandanganku mengarah ke luar jendela.

Setibanya di sekolah, aku langsung jadi pusat perhatian.

"Wahh cantikknyaa..."

"Mobilmu mewah banget!"

"Pakai parfum apa?"

"Hai... Salam kenal, aku Kanela."

Aku turun dari mobil dan langsung disambut antusias oleh siswa-siswi. Merasa seperti selebgram! Aku tersenyum ramah, membusungkan dada sedikit.

"Terima kasih semua... Salam kenal ya. Aku Elizabeth Odelia Queenie. Panggil aku Ella," sapaku.

"Haiiii Ellaaa," seru mereka serempak.

Salah satu dari mereka membantuku menunjukkan kelas. Bahkan meja dan kursiku sudah didekorasi! Taplak merah muda, vas bunga kecil, dan bantal kursi berbulu lembut.

"Nyamannya..." gumamku sambil memejamkan mata.

---

"Ekh, hm. Non... kita sudah sampai," dehem Pak Supir.

Aku tersenyum. "Oke, baik Pak. Terima kasih sudah antar aku. Hati-hati ya pulangnya!"

Aku turun dari mobil dan menatap gedung megah, LIBII ACADEMY. Salah satu sekolah elite di daerah ini.

PCS: True TotsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang