GO!
Sesosok panglima tampan dari kerajaan tiba-tiba menyodorkan tangan kanannya. Wajahnya bersinar, dan entah kenapa... badannya harum wangi kopi.
Aku langsung berdiri, tapi-aku menolaknya! Menolak bantuan dari panglima kerajaan! Huhuhu... menyedihkan. Aku gugup nggak karuan, untung dia terlihat santai dan tetap tersenyum.
"Anak kelas tujuh, ya? Mau aku anterin ke kelas kamu? Kelas kamu tujuh apa?" tanyanya ramah.
Aku yang gugup cuma bisa mengangguk dan akhirnya memaksa diri bicara.
"Iya... boleh. Kelas 7 Unggulan."
Sesusah ini ternyata ngomong ke cowok cakep.
"Ooh, oke. Yuk, Kakak anterin," katanya sambil merangkulku.
Andai aku tadi pingsan, mungkin aku bakal digendong ke UKS sampai siuman... Aaaa sinetron banget nggak, sih?
---
Dalam perjalanan, si gagah ini mulai bercerita tentang sekolah dan tim basketnya. Santai, royal, dan ramah banget.
"Oh iya! Sorry kebanyakan ngomong, sampe lupa ngenalin diri. Gue Ken, kelas sembilan unggulan. Salken ya!"
"Haa... iya, Kak. Salam kenal juga, gue Ella, kelas tujuh. Tapi masih belum tahu gue di ruang mana, hehe."
Kak Ken tepuk jidat. "Kenapa nggak bilang dari tadi? Gue kan bisa bantu..."
Lalu ia berteriak memanggil seseorang bernama Jo yang duduk di kursi halaman.
"Tunggu ya," katanya, lalu berlari menghampiri temannya yang nggak menoleh meski dipanggil.
Posisi Kak Jo memang membelakangi kami. Nggak lama, mereka berbincang, lalu Kak Ken kembali padaku.
"Ella, sorry ya... gue cuma bisa anter sampe sini. Gue harus masuk kelas. Tapi Jo bakal bantuin. Dia *ketos di sini, punya daftar anak baru dan kelasnya. Bye, see you!"
Dan... aku resmi dioper ke Kak Jo yang masih fokus baca bukunya.
\*ketos \[Ketua OSIS]
Kak Jo berdiri di depanku. Aku harus mendongak-dia tinggi banget. Bahkan lebih tinggi dari Kak Ken!
"Siapa nama lengkapmu?" tanyanya datar.
"Elizabeth Odelia Queenie, Kak," jawabku singkat.
Tanpa basa-basi, Kak Jo langsung jalan cepat menuju gedung. Aku buru-buru mengikuti, setengah lari karena langkahnya panjang banget.
~~TRINGGGG~~
Zzrrttt... Selamat belajar. Pastikan kalian masuk tepat waktu. Jam pelajaran pertama akan segera dimulai...
"Telat," komentar Kak Jo datar sambil menengok ke arahku. "Tapi kamu masih di area sekolah, jadi hukumannya lebih ringan. Lihat ke sana."
Aku menoleh ke arah gerbang. Sudah tertutup rapat.
"Beruntung hari ini awal tahun ajaran. Kamu nggak kena hukuman," lanjutnya masih dengan ekspresi tanpa ekspresi.
Libii Academy... dikelilingi tembok tinggi, gerbang otomatis, dan CCTV di mana-mana. Bahkan pintu utamanya aja mewah banget. Ini sekolah atau istana?
---
"Lantai dua untuk kelas Excellent, lantai satu kelas Reguler," kata Kak Jo.
Kami naik ke lantai dua. Dia berhenti di ruang kedua, pintunya terbuka.
"Miss, ini anak baru, Elizabeth. Telat karena belum tahu kelasnya," katanya kepada guru di dalam.
Kak Jo menoleh ke arahku.
KAMU SEDANG MEMBACA
PCS: True Tots
Fantasi• Tayang setiap hari Sabtu atau Minggu • PAHLAWAN CILIK SEJATI by Raisha Arsene --- Rumah besar itu hitam legam. Dan Ella baru saja memanggilnya rumah. Ella - anak perempuan yang hidupnya penuh imajinasi - tidak pernah menyangka kepindahan keluargan...
