GO!
Bagian II: Misi di Luar
Tim Bob - Di Luar Gudang
"Sebentar, kalian tunggu sini ya," kata Bob yang melihat sebuah papan tertulis peringatan di depan gedung yang tertutupi papan-papan triplek.
"Bob!" Teriak kecil Ayu. "Ngapain?" tanyanya.
Bob melambaikan tangan, menyuruh Ayu menghampirinya. Ayu dan dua temannya menghampiri Bob yang sedang membuka papan-papan triplek yang menutupi gedung kecil itu.
"Lo mau masuk, Bro?" tanya Patrick.
"Hehe, ya enggaklah. Iseng aja. Kan siapa tahu ada yang masuk gedung ini. Paling-paling cuma lihat penampakan doang," ledek Bob. Mereka semua juga setuju dengan rencana jahilnya Bob.
"Cepat-cepat, Gess!" Semangat Anya.
Setelah selesai menyingkirkan semua papan, mereka duduk di kursi taman depan gedung utama sembari menunggu lima anggota timnya yang tak kunjung datang.
"Ck, mereka lama juga, ya," bete Gabren.
"Eh, eh, sstt!" Bob memukul-mukul paha para cowok. "Lihat Tim Galung, baru mau nyari kardus tuh kayaknya," senyum Bob bahagia. Semua anggota yang lagi bersama Bob juga ikut kegirangan, kecuali Ayu yang khawatir akan ada kejadian-kejadian kerasukan atau hal-hal yang tidak diinginkan.
"Hehe, tim mereka lambat, yaa," cengir Patrick yang juga ikut kegirangan.
"Mereka berantem, Gess," Gabren merasa seperti menonton sebuah reality show pagi itu.
"Ih, ih! Dia masuk sendirian dong!" Melotot Anya melihat Galung berjalan masuk ke gedung kecil. Mereka kagum akan keberanian Galung, melihatnya membuka pintu gedung itu tanpa ada keraguan sekalipun.
Anggota Tim Galung benar-benar tidak menyadari kalau Bob dan yang lain sedang menikmati cekcok mereka.
---
Tim Cadby - Di Kantin
"Hei, kalian bisa berhenti enggak!" Datanglah Egan yang sudah berdiri di depan kantin sekolah. "Keributan kalian bakal ketahuan nantinya!" Tegas Egan dengan tatapan tajamnya.
Anggota Tim Bob dan Tim Cadby langsung terdiam.
"Maafkan aku, maafkan aku," tunduk Iza ke anggota Tim Bob dan Egan seorang diri. Egan mendekati Berna dan Iza, sedangkan anggota Tim Bob melanjutkan memborong makanan dan minuman di kantin.
"Ini jam berapa?" tanya Egan. Berna mengangkat HP-nya.
Syutt, TREKK! Hancur seketika HP Berna yang diambil dan diinjak Egan. Egan memegang dagu Berna dan wajahnya mendekati Berna. Berna begitu gemetar, dan ketakutan.
"Ka-kami salah!" Iza langsung menyahut. "Cadby bilang, ia lupa memberitahu ka-kamu..."
Egan menurunkan tangannya dari dagu Berna dan melirik sinis ke Iza.
"...dan Cadby lagi cari ka-kamu buat ambil uang dan kunci, dan se-sekalian bilang ke kamu buat info kalau kita datang lebih pagii, bi-biar enggak gatot. Gagal total."
Fiuuhh. Hela napasnya yang lega bisa menjelaskan ke Egan meski terbata-bata.
Egan memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan hingga bunyi, lalu melemparkan tas travel super besar ke arah Iza.
"Susun uangnya ke laci kasir, dan congkel pakai ini buat buka laci meja kayunya." Egan memberikan linggis ke tangan Iza.
"Lo! Bantuin dia!" perintah Egan dengan tatapan malas ke arah Berna. Berna mengangguk patuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
PCS: True Tots
Fantasia• Tayang setiap hari Sabtu atau Minggu • PAHLAWAN CILIK SEJATI by Raisha Arsene --- Rumah besar itu hitam legam. Dan Ella baru saja memanggilnya rumah. Ella - anak perempuan yang hidupnya penuh imajinasi - tidak pernah menyangka kepindahan keluargan...
