Chapter 03. Jadikan pelajaran!

1.9K 110 5
                                        

Assalamu'alaikum wr.wb

Halloooooo maniesss
HUDZAIFAH comback! Nikmatii ceritanyaa yaa semuaa, tapi kalau kurang berkenan ceritanyaa tlong Dm ke akuu yahh! Biar akuu revisi lagii.

#Chapter yg sudah direvisi#

____________________

Apapun masalahnya
Jadikan pelajaran, janganlah pernah mengulanginya hingga mendapatkan lubang yang sama.

~Hudzaifah aslam mubarok~

____________________

"Lagipun, di pondok pesantren tidak boleh membawa ponsel." Lanjut zai memberi tahu.

"Kenapa emang, lagian ya ponsel ini tuh buat komunikasi. Kalau gak pake ponsel gimana mau tau kabar,dunia luar,nanti ketinggalan zaman lahh!!." Balas izar belagu.

"Gak juga." Sahut zidan santai dengan tatapan keatas langit langit asrama

"Iya, gak semua kita ketinggalan zaman. Buktinya kita tetep Kecee kan." Ujar Baihaqi pede.

"Biasalah, santri baru mana tau. " Sahut ridho sedikit meremehkan.

"Sudah-sudah, izar. Sini ponselmu." Pinta zai mengulurkan tangan ingin mengambil handphone yang berada digenggam tangan izar.

"Buat apa?." Tanya izar heran

"Ya disita lah,cuy!." Sahut ridho, memberitahu.

"Nggak, Ini hp gue ya!. Gak boleh ada yang sita hp gue mahal." Balas izar sarkas.

"Hadehh, Mahalan juga hp nya zai." Ujar zidan merendahkan.

Tetapi izar tak menanggapi nya, ia menatap zai dan teman-temannya sinis tak suka.
"Hidup-hidup gue juga, ngapa lu semua yang ngatur!?." Geram nya.

"Woy, lu punya adab gak sih?." Balas ridho tak suka dengan tingkah laku izar
"Hidup itu bukan lu yang ngatur peakkk!!." Sahut Baihaqi.

"Zai, gimana nih mereka bisa berantem!." Ujar zidan terhadap zai.

Zai pun menarik nafas lalu melerai perdebatan mereka bertiga.
"Hidup sudah diatur oleh Allah SWT, jika kalian tak berilmu minimal mempunyai adab.Al adabu Fauqol ilmi yang artinya adab itu lebih tinggi dari pada ilmu!."

"Baihaqi, ridho. Jika kalian menyebut izar tak punya adab, kalian harus sadar diri terlebih dahulu sebelum berbicara!." Lanjut zai.

"Kamu sih." Tunjuk ridho kepada Baihaqi.

"Sudah, kalian berdua jangan saling menyalahkan. Kalian berdua salah, udah tau adab diatas ilmu malah gitu mana ngikutin 'lu' 'gue' lagi." Balas zidan.

"Udah deh, lu semua mending pergi. " Usir izar merebahkan dirinya ke kasur.

"Izar, Kamu ikut aku ya?." Pinta zai

"Nggak ah, gak guna!." Balas izar masih membaringkan tubuhnya.

"Ngikut aja napa!." Sahut Zidan.






~~~~~~~~~~






Zai cs, ditambah dengan izar sedang berjalan menuju lapangan pesantren. Entah apa yang akan dilakukan zai terhadap izar, tapi intinya dia hanya ingin izar berubah.

HudzaifahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang