Chapter 40.Kehancuran hati?

709 43 3
                                        

Bissmillah..
Haii Haii haiiiii sweetheart💜😘
Hudzaifah comeback💜💜

Typo bertebaran
HAPPY READING SWEETHEART💜💜💜

_______________

Dunia tidak adil, namun itulah alasan diciptakannya akhirat.
~Nathaniel Rafaldo~

________________


3  Bulan setelah kejadian itu, el dan teman-temannya sudah tak pernah berjumpa kembali terkecuali dengan zahra.

Setiap hari zahra selalu bermain ke rumah el, yaitu setiap pulang dari kuliah mereka. El dan zahra 1 universitas jadi semakin hari mereka kian semakin dekat seperti keluarga tanpa ada hubungan darah.

"El, Ibu mau kamu jangan pernah berharap lagi sama ayah kamu. Dia udah gak ada el!" Ucap seorang wanita yang berumur sekitar 50 tahun.

"T-tapi kenapa bu, kenapa?!" El bertanya dengan suaranya yang bergetar.

"Ibu gak mau kamu sakit hati karena mengingat ayah kamu yang gak mungkin bisa kembali" Jawab  sang ibu Dengan tegas.

"El lebih sakit bu, kalau el melupakan ayah disana. El tau kok itu mustahil kalau kita bisa ketemu lagi sama ayah, tapi dengan do'a pasti kita bisa ketemu sama ayah lagi" Balas El.

"Terserah kamu, pokoknya ibu gak mau dengar kamu sebut lagi ayah kamu itu. Ibu sudah sakit hati   el ditinggalkan selamanya sama ayah, Allah begitu cepat mengambil ayah kamu dari sisi kita." Ibu yang terus menerus tegas kepada el yang menyebutkan bahwa ada kesempatan untuk bertemu dengan ayah, menurut ibu itu mustahil!

El berlari, kaki nya gemetar, mendengar perkataan sang ibu. Tangisan yang sudah ia pendam selama ini tumpah.

Ia secepat mungkin berlari ke kamarnya, dan tak lupa mengunci erat pintu kamar itu.

Ia berkata "Aku bisa, aku kuat, aku mampu."

Namun dilubuk hati terdalamnya, ia sedang merasakan betapa porak-porandanya isi kepala dan batinnya.

Apakah itu kamu?
Benar, bahkan kamu membaca tulisan ini didalam hati.

Mengapa?
Mengapa tak kau gunakan mulutmu untuk membaca?
Bukankah hatimu juga lelah?

Memang benar, itu menunjukan bahwa kau cukup kuat untuk menghadapi ujian demi ujian dari allah.
Benar-benar tangguh.

Allah, bangga denganmu.
Jangan berhenti, allah masih ingin melihatmu merasakan sukses sekalipun jalan yang ia beri tak selalu mulus.

El sudah dari dulu memendam akan rindunya kepada sang ayah, sudah lama sekali ia tak bertemu dengan ayahnya.

Tok

Tok

Tok

Bunyi ketukan pintu dari kamar el itu semakin nyaring, el menatap pintu itu dari dalam. Ia sebenarnya ingin menghiraukan ketukan itu, namun ia berfikir sejenak. Ia seharusnya ia tak boleh menghiraukan orang-orang cuman karena egoisnya.

El melangkah untuk membuka pintu itu, lalu pintu itu pun terbuka tak cukup lebar namun orang didepannya tampak jelas terlihat.

"El, abang boleh masuk?" Tanya nathan.

El hanya mengangguk lalu nathan melangkah masuk kamar El, ia kembali menutup rapat pintu itu setelah nathan masuk.

"Ada apa, bang?" Tanya El dengan nada suaranya yang masih bergetar.

"Kamu ribut lagi sama ibu, hm?" Tanya balik nathan.

El menghiraukan pertanyaan itu, ia kembali mendudukkan dirinya ke kasur nya sedangkan nathan duduk dikursi.


"Bang, kenapa allah nggak adil?"
Tanya El, pada nathan

"Kenapa kamu tanya hal semacam itu?"
Balik tanya nathan, walaupun ia paham maksud dari pertanyaan el tadi.

"Allah nggak adil, nggak adil banget."
Ucap El, dengan tatapan mata yang di ambang-ambang tanpa ada benda yang menjadi objek tatapannya.

"El, kamu tau orang buta?"
Tanya Nathan, pada el namun el masih menghiraukan pertanyaan nathan, tadi.

"oke kali ini kamu bener-bener diemin abang. Abang bakal jelasin."
Tegas nathan, namun el masih tetap tak menghiraukannya.

"Allah itu nggak keliatan, allah itu ada tanpa tempat, Allah menciptakan orang buta itu membuktikan bahwa allah adil. Karna jika allah terlihat maka hanya orang butalah yang tak bisa melihat-Nya."
Jelas nathan,Yang langsung ditanggapi oleh el.

"Lalu kenapa Allah repot-repot menciptakan manusia buta? Mengapa allah tak memberi kesempurnaan pada fisik nya?"
El balik bertanya pada nathan, sejenak nathan dibuat berpikir oleh pertanyaan sang adik tadi.

"Karna bukan dunia tempat kesempurnaan ada. Bukan dunia tempat untuk berleha-leha, bukan juga tempat untuk kenikmatan semata.
Dari sini kita harus pahami bahwa inilah alasan mengapa allah menciptakan akhirat untuk membalas usaha para mahkluknya saat didunia. Diciptakan akhirat untuk pengadilan para manusia dan mahkluk lainnya—dan bukan dunia tempatnya, jadi jangan terlalu di ambil pusing."
Jelas nathan, yang sontak sedikit membuka pikiran el yang sedang terpuruk dikala itu.

"Dunia memang nggak adil, makanya allah menciptakan akhirat untuk pengadilan yang seadil-adilnya, tak bisa di ganggu gugat."
Jelas nathan kembali menekankan maksud dari perkataan sebelumnya itu.

El terdiam sejenak, perasaannya kini telah membaik, ia sangat beruntung mempunyai seorang  saudara seperti nathan.

"Terimakasih, bang karena abang sekarang perasaan El udah membaik." Ucap el yang menerbitkan senyum manis nya.

________________

Bersambung..

Chapter kali ini gak ada zai nya duluu yaa🥺?
Chapter selanjutnya akan dipastikan kalau zai nyaa ada!

Jangan lupa vote seikhlasnya manisss 💜
Komen and follow jugaaa yaaa💜💜

Staytune terusss chapter selanjutnya🤍🤍

Follow Instagram🤍
Acc kak zai
@Hudzask
Acc author
@elsntsri

HudzaifahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang