25. Jonathan's heart

1K 107 6
                                        

Happy Reading!!!

Semuanya berjalan sesuai apa yang dikatakan Jonathan. Arreta untuk sementara waktu diasingkan dan pindah ke villa keluarga.

Jonathan mengurus semua masalah yang menjerat Arreta. Di depan media, Jonathan menjabarkan jika ini hanya konflik keluarga biasa.

"Arreta hanya sedang marah sehingga bertindak gegabah. Ini bukan masalah besar hingga harus sampai ke pengadilan." Kata Jonathan kepada media hari itu.

Semuanya sudah stabil kembali, Jonathan sudah memperbaiki Citra keluarga Valholter.

Apapun yang terjadi, Dimata publik keluarga Valholter harus terlihat sebagai keluarga yang harmonis dan sempurna.

Dua Minggu telah berlalu, banyak yang berubah di kediaman keluarga Valholter. Selama Arreta melakukan pengasingan, Adella yang memegang kendali semua urusan rumah tangga keluarga Valholter. Semua berjalan lancar dan terkendali, semua itu hanya perubahan kecil.

Perubahan terbesar yang terjadi ialah merenggangnya hubungan ketujuh pemuda bermarga Valholter.

Dewangga kini jarang pulang ke Mansion. Pemuda itu lebih memilih menempati apartemen pribadinya.

Arlavan juga hanya pulang 2 hari sekali, dan menghabiskan seluruh waktunya di kantor dan studio musik miliknya.

Marvino, Marcellio, dan Delvian menjadi lebih pendiam dan jarang berkumpul dengan anggota keluarga lainnya.

Selama dua Minggu ini tak ada lagi candaan receh yang terlontar dari mulut Marvino. Tak ada lagi ocehan tak penting Delvian yang menceritakan kegiatannya selama seharian dan tak ada lagi suara tegas Marcellio menyuruh adik-adik bungsunya untuk belajar.

Vriza dan Avzra juga selalu pulang malam. Setiap hari setelah pulang sekolah, kedua saudara kembar itu memilih berkunjung ke kediaman keluarga Zergan.

Jonathan duduk bersandar di sofa ruang keluarga menatap bingkai besar yang menampilkan fotonya bersama Arreta dan ketujuh putra keluarga Valholter.

Jonathan menoleh saat merasakan sentuhan di pundaknya. Pria itu tersenyum dan menuntun Adella untuk duduk disampingnya.

"Keluarga yang sempurna." Ucap Adella yang juga menatap bingkai foto itu.

"Foto itu kurang sempurna karena tidak ada dirimu, sayang."

Adella tersenyum mendengar perkataan sang suami. Dirinya pun mendekat dan bersandar di pundak Jonathan sambil memeluk erat lengan kokoh sang suami.

"Aku ingin bicara sesuatu." Ucap Adella. Jonathan hanya berdehem dan asyik mengusap Surai panjang Adella.

"Aku... Kurang suka keputusan mengenai masalah mbak Arreta." Ucap Adella pelan.

Jonathan menghentikan elusan di rambut Adella dan sedikit mengambil jarak sehingga pelukan Adella di lengannya terlepas.

"Maksud mu apa?"

"Maaf, mas. Sebagai seorang ibu, aku tidak terima putraku di lukai. Perbuatan mbak Arreta sudah termasuk percobaan pembunuhan. Jika kau membiarkannya bahkan membelanya, hal itu tidak benar, mas."

"Dia juga istriku, Adella."

"Aku tahu, tapi Arlavan juga putra mu. Nyawanya hampir terancam akibat perbuatan mbak Arreta. Bahkan putramu yang lain-Avzra mendapatkan luka jahitan cukup panjang di punggungnya akibat perbuatan anak buah mbak Arreta."

Jonathan terdiam mendengar penuturan Adella.

"Kau berbuat tidak adil pada putra-putra ku, mas." Ucap Adella lirih menatap kecewa Jonathan.

Really, like this a family?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang