Brukk...
Tubuh yang terlihat cukup tinggi, kurus, dan putih jatuh dengan keras dan tidak estetiknya dari lantai 3 mall yang sedang ramai-ramainya pengunjung.
"Anjing lah sakit bangsat, mampus dah rasa-rasanya tulang kepala gua remuk tak tersisa" bat...
1 bulan, 4 hari sudah Archiell dirawat, dan selama 1 bulan lebih itu pula Archiell atau lebih tepatnya Gabriell ditemani oleh Xavier seorang diri.
"Xav... Apa ayah dan abang-abang Archiell benar-benar tidak datang berkunjung sedikit pun?" Tanya Gabriell saat melihat Xavier sedang merapikan pakaiannya. Hari ini dirinya sudah dibolehkan pulang, tapi dia harus menggunakan alat bantu jalan, lofstrandcrutchuntuk membantu mengurangi beban pada persendian kaki kirinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nih contoh gambarnya
Xavier yang mendengar pertanyaan itu hanya mengangkat bahunya acuh, dia tidak ingin jawaban yang dia berikan nanti malah membuat tuan mudanya merasa sakit.
"Huhhh.... Begini saja mereka sudah begitu, apalagi kalau mereka tau gua cuma alterego yang mengambil alih kesadaran dari tubuh Archiell. Beh auto diusir gua" Gabriell bergidik ngeri saat membayangkan bagaimana nanti dirinya di usir dan tinggal di jalanan.
"Jangan berpikiran yang aneh-aneh tuan, jika kau diusir gadai saja ginjal mu satu, lalu beli rumah" jawab Xavier acuh tanpa memandang ke arah Gabriell.
"Ahh ide yang lumayan bagus dari otak setengah udang mu tuan Xavier" Gabriell menatap julid ke arah Xavier.
"Ehhh ada manusia setengah setan, yang akhirnya bersuara kembali setelah hampir satu bulan menghilang" balas Gabriell bertingkah seakan-akan kaget mendengar suara Archiell.
"Siapa tuan muda?" tanya Xavier heran saat mendengar omongan Gabriell yang entah dengan siapa, padahal di ruangan ini hanya ada dirinya dan Gabriell seorang.
"Tuan muda mu Archiell siapa lagi? Si jiwa pemalas, yang selalu menyuruh ku untuk mengambil alih kesadarannya terus" jawab Gabriell dengan nada julidnya dan memutar bola matanya malas.
"Ohh" Xavier hanya ber-Oh ria sambil melanjutkan merapikan pakaian Archiell ke dalam tas. Untuk sesaat Xavier hampir lupa kalau tuan mudanya sekarang mempunyai alterego.
"Baiklah tuan muda, ayo kita berangkat" lanjut Xavier yang sudah menenteng tas pakaian milik Archiell.
"Gua bakal kasih tau masalah alterego ini ke keluarga Vallorand saat sampai dimansion" batin Gabriell.