Masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat melalui media, kini Amanda harus duduk di hadapan dua orang yang baru saja mengklarifikasi berita kencan mereka.
Mengakui pada publik bahwa hubungan Bara dan Tamara benar adanya. Katanya, mereka masih dalam proses pengenalan untuk menuju ke jenjang yang lebih serius.
Hidangan mahal yang tersaji di atas meja sama sekali tidak menggugah selera makan Amanda. Artis cantik itu, meredam emosinya dengan baik. Namun, bisa saja bom waktu dalam dirinya meledak kapan saja.
"Maaf, karena hubungan kami sembunyi-sembunyi di belakang kamu." Bara angkat bicara, ia menggenggam tangan Tamara, seolah melindungi sang kekasih dari amukan Amanda.
Pemandangan romantis itu benar-benar membuat Amanda jijik. Ia bangkit dari duduknya dan beranjak pergi.
Namun, langkah Amanda terhenti saat Tamara menahan lengannya.
"Maafin gue, Man. Lo bisa maki dan sumpahin gue sepuas lo. Karena gue juga cinta sama Bara, terserah lo mau bilang gue pelakor atau orang jahat, gue akan terima itu semua."
Amanda menepis tangan Tamara kasar.
"Mulai hari ini, lo bukan sahabat lagi, Ara!" ucap Amanda tidak ragu. Tamara jelas tahu kalau Amanda suka Bara sejak lama.
Tamara mengaku salah karena telah mengambil hak milik Amanda. Tapi, bukankah mereka tidak pacaran? Lagipula, Bara juga tidak menyukai Amanda.
"Amanda!" panggil Bara.
Kali ini giliran Bara yang mengejar Amanda hingga ke parkiran. Hanya Bara seorang, sepertinya Tamara tetap bertahan di dalam restoran.
Dalam diam keduanya bertukar tatapan tanpa tutur kata. Amanda memalingkan wajah lebih dulu.
"Apa lagi yang mau kamu bicarakan?" tanya Amanda emosi.
"Manda, dengerin aku ---"
Lagi-lagi kebiasaan Amanda memotong pembicaraan orang lain membuat Bara diam.
"Apa lagi yang perlu aku dengar? Bukannya, sudah jelas kamu mencintai dia." Amanda hanya berkata fakta, kedua tangannya mengepal dengan mata memanas ingin menangis, bulir-bulir air kesedihan menumpuk di pelupuk mata yang mulai berkaca-kaca itu.
Amanda berusaha keras menahan agar tangisnya tidak tumpah. "Kamu mungkin menganggap remeh perhatian dan cinta aku selama ini. Kamu benar-benar jahat, Bara!"
Sebenarnya, Bara sama sekali tidak tega melihat Amanda terluka seperti sekarang. "Aku memang jahat, Man. Tapi, aku mohon, jangan benci dan menghindari aku."
Plak!
Sebuah tamparan melayang tanpa segan, mendarat mulus di pipi Bara.
"Kamu gila?! Kamu mencintai wanita lain tapi memintaku untuk tinggal di sisimu? Apa itu masuk akal?" Cairan bening mengalir turun hingga ke pipi. Amanda merasa hancur dan sedih.
"Manda, aku nggak mau kita jadi orang asing hanya karena hal ini. Seperti yang kamu bilang, kita sudah saling mengenal sejak kecil. Kamu itu seperti adik untukku dan di mataku kamu masih gadis kecil yang akan selalu aku jaga dan lindungi." Bara menahan bahu Amanda, berharap wanita cantik itu mengerti maksudnya.
"Adik? Hanya itu?"
Bara diam sebentar lalu mengangguk.
"Kalau begitu, lupakan adik kecil dalam khayalanmu itu!" Amanda mendorong dada Bara kuat, lalu berlari pergi sejauh mungkin. Sebelum tangisnya makin menjadi-jadi.
•••
Seminggu setelahnya.
Amanda menutup layar laptopnya, ia mendengar suara mencurigakan, yaitu suara pintu apartemen terbuka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Second Life Memory (COMPLETED)
Romantizm~•~ follow dulu sebelum membaca, thx. Amanda Shopia artis paling fenomenal dengan banyak skandal dan anehnya ia masih wara-wiri di dunia hiburan. Arogan dan angkuh, hanya wajah cantik bak dewi itu yang menjadi daya tariknya. Tapi, dibalik itu semu...
