"Apa aku boleh mencintai kamu, Bara?"
Perkataan Anna tempo hari membuat Bara terus-menerus memikirkan hal tersebut.
Saking syok dengan pernyataan cinta mendadak itu, Bara langsung pergi tanpa sepatah kata.
Berusaha menghilangkan Anna yang melekat dalam pikiran. Bara mendatangi kediaman Amanda yang masih sama sejak terakhir kali.
Memandang pigura besar berwarna hitam putih, tatapan Bara fokus ke wajah cantik Amanda.
Bohong. Jika, Bara bilang dirinya tidak merindukan wanita itu.
"Pada akhirnya, aku nggak bisa menepati janjiku untuk menjaga kamu," ucap Bara dalam hati.
Perhatian Bara teralihkan saat suara pintu terbuka dan disusul dengan suara jejak kaki yang mendekat. Ia sontak menoleh ke belakang.
"Kamu!!" Mata Bara membulat, tidak menyangka akan melihat Anton.
"Pak Bara, apa yang Anda lakukan di sini?" tanya Anton sambil mengamati sekeliling. Ia sangat kelelahan seharian ini, karena mencari sang atasan yang tiba-tiba menghilang dari kantor dan sulit dihubungi.
"Bagaimana bisa kamu tahu aku ada di sini, dan bagaimana caramu bisa masuk?"
Anton mengangkat ponselnya. "Saya melacak keberadaan Anda. Perihal akses masuk saya hanya menebak asal, ulang tahun Amanda." Anton menjawab apa adanya.
Bara tersenyum simpul. Dulu Amanda menggunakan tanggal ulang tahun Bara sebagai kata sandi. Dan, setelah apartemen wanita itu beralih ke tangan Bara. Bara malah melakukan hal sebaliknya.
"Bapak harus kembali ke perusahaan sekarang. Malam ini ada acara rapat dewan direksi. Ayah Anda juga ingin menemui Anda."
Bara mengusap wajah, lalu melonggarkan dasinya. Ia bergerak menuju sofa dan duduk dengan nyaman.
"Aku tahu. Kamu tidak perlu khawatir."
Anton sudah melakukan tugasnya. Ada hal yang harus ia urus di perusahaan. "Baiklah, kalau begitu. Saya permisi."
Bara menatap punggung Anton, pria itu sangat formal dan sopan padanya. Meski usia mereka terpaut beberapa tahun, Anton jelas lebih tua.
"Anton ... bagaimana denganmu. Apa kamu tidak merindukannya?"
Pertanyaan Bara mencegat Anton. Membuat pria itu menoleh dengan wajah datar. Bara tidak mengerti kenapa sang asistennya itu selalu kaku?
"Merindukan siapa?"
"Manda."
"Kadang-kadang," jawab Anton singkat.
Seusai kepergian Anton dari apartemen Amanda.
Bara jadi ingat kenangan saat ia bertemu dengan Amanda dan Anton. Mereka adalah dua orang beruntung yang mendapat kemurahan hati dari perusahaan keluarga Bara.
Anton juga sama seperti Amanda, lelaki itu masuk dalam jajaran anak yang diangkat anak oleh Dini Shopia---sang bunda. Anton juga mengenyam pendidikan yang layak hingga berhasil kuliah ke luar negeri.
Semua anak-anak yang pernah disponsori oleh keluarganya, berakhir dengan jalan hidup mereka masing-masing. Kini, hanya sebagai orang asing dengan rasa terima kasih yang besar pada keluarga Bara.
Tapi, Amanda dan Anton berbeda. Amanda bahkan berhasil menarik hati Dini. Hingga, ia benar-benar berhasil menjadi bagian dari keluarga Bara sesungguhnya.
Sedangkan, Anton memilih cara yang cukup unik. Pria itu memilih untuk membalas budi dan mengabadikannya hidupnya, membantu keluarga Bara dan kemajuan perusahaan. Bisa dibilang, Anton seperti tangan kanan kepercayaan keluarga.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Second Life Memory (COMPLETED)
Romance~•~ follow dulu sebelum membaca, thx. Amanda Shopia artis paling fenomenal dengan banyak skandal dan anehnya ia masih wara-wiri di dunia hiburan. Arogan dan angkuh, hanya wajah cantik bak dewi itu yang menjadi daya tariknya. Tapi, dibalik itu semu...
