Di siang hari yang terik. Anna mengalihkan pandangannya pada jendela kaca besar yang memperlihatkan jalan utama.
Secara tidak sengaja saat sedang berkelana Anna bertemu dengan mantan suaminya. Pria itu mengajak Anna ke sebuah restoran terdekat untuk sekadar berbincang.
"Elin sudah cerita semuanya sama aku, Na." Alvaro buka suara, pesanan yang mereka tunggu-tunggu dihidangkan satu per satu.
"Aku hanya kasihan dengan Alana," jawab Anna apa adanya.
"Aku tahu." Alvaro tersenyum hangat, ia mengiriskan daging lalu meletakannya di piring Anna. Mengingat wanita itu, pencinta daging tanpa lemak. "Tapi, apa kamu sungguh baik-baik, aja?"
"Seperti yang kamu lihat sekarang." Anna memberikan jawaban jujur.
Pembicaraan singkat mereka berhenti, keduanya memilih untuk melanjutkan aktivitas makan mereka tanpa bicara.
Hanya denting sendok dan piring yang terdengar di meja mereka, bersamaan dengan notif pesan masuk di ponsel Anna.
08353588XXXX
18 November
Anna melebarkan mata, pesan yang ia tunggu-tunggu akhirnya ia terima.
08353588XXXX
Itu tanggal lo dan
Mbak Dona dilantik.
Oh, ya, karena gue lagi
ada di luar kota.
Sesuai janji lo, barang
yang lo mau berikan
ke gue langsung kirim
ke rumah gue aja,
lo udah tahu
alamat gue, kan?
Anna
Oke, thanks.
Anna menatap layar ponselnya cukup lama. Tidak bisa menunda lebih lama, Anna harus memecahkan rasa penasaran itu. Kini, ia sudah punya akses masuk untuk melihat file dokumen terkunci itu.
"Kamu belum selesai makan, Na," kata Alvaro melihat Anna bangkit secara tiba-tiba dari kursinya.
"Maaf, aku duluan, ada yang harus aku urus!" jawab Anna terburu-buru, setelah mengatakan hal tersebut ia langsung ke luar dari restoran meninggalkan Alvaro seorang diri.
•••
Terbuka.
Anna berdecak melihat beberapa file yang sama sekali tidak ia mengerti, ada banyak angka dan nama di dokumen itu. Tapi, satu yang Anna bisa kenali dengan baik, yaitu nominal fantastik dari uang yang Ann sendiri tidak bisa bayangkan sebanyak apa itu.
"Sebenarnya apa semua ini?"
Meski, demikian Anna sendiri tidak bisa menyimpulkan apa sebenarnya isi dari flashdisk kuning yang diberikan Dona padanya, sebelum hari kematian wanita itu?
Anna butuh bantuan pada deseorang yang jelas selalu berada dipihaknya dan bisa membantu untuk memecahkan masalah Dona dan flashdisk kuning tersebut.
Alvaro.
Nama mantan suaminya itu, menjadi kandidat pertama Anna. Dari banyak hal yang ia lihat, Alvaro pantas dipertimbangkan.
Dia juga cerdas, mungkin saja lelaki itu tahu arti dari semua ini dan yang paling penting bisa membantunya.
Suara ketukan pintu menyadarkan Anna. Kedua kelopak mata Anna terbuka, tampaknya ia ketiduran tanpa sadar.
"Masuk," kata Anna sambil meregangkan tubuhnya. Tidur dalam posisi duduk tentunya sangat tidak nyaman.
Sasa masuk setelah berulang kali mengetuk pintu.
"Kenapa, Sa?" tanya Anna.
"Ada seseorang di luar," jawab Sasa singkat.
"Siapa?" Anna tidak pernah menerima tamu terang-terangan. Jadi, siapa tamu yang berkunjung di malam hari? Tidak biasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Second Life Memory (COMPLETED)
Romance~•~ follow dulu sebelum membaca, thx. Amanda Shopia artis paling fenomenal dengan banyak skandal dan anehnya ia masih wara-wiri di dunia hiburan. Arogan dan angkuh, hanya wajah cantik bak dewi itu yang menjadi daya tariknya. Tapi, dibalik itu semu...
