Jantung Anna seperti berhenti berdetak untuk sesaat saat Bara menanyakan 'Amanda Shopia' padanya.
Anna sama sekali tidak mengerti. Namun, ia selalu punya jalan keluar untuk situasi seperti ini. Yaitu, berakting serta bersifat polos seolah tidak tahu apa pun.
"Amanda Shopia?" Anna tampak lugu dan bingung.
Bara mengangguk membenarkan. "Kamu kenal dia?"
Terlalu bodoh, jika Anna bersikap tidak kenal sama sekali dengan artis terkenal itu, karena kenyataannya Anna tidak hidup di dalam goa.
"Dia artis itu, kan? Kenapa?" Anna balik bertanya.
Bara merapatkan bibir lalu mengangguk paham dengan jawaban Anna. Ia salah mengira, ia keliru karena terkadang Bara merasa Anna sangat mirip dengan seseorang yang telah menghilang dari dunia ini.
Ia sempat berpikir konyol dan berharap Anna adalah Amanda. Hanya untuk menebus rasa rindu mendalam pada gadis yang dulu sering ia perlakukan seperti adik tersebut.
"Tidak apa-apa, hanya bertanya."
Anna meletakan handuk kecil itu di pahanya, setengah pakaiannya terasa kering di badan. Begitu pun dengan Bara.
"Oh, iya, aku boleh tanya sesuatu."
Sama seperti Bara, Anna mengambil keberanian untuk mengatasi keingintahuan. Terutama kecurigaannya terhadap Bara.
"Hmm."
"Aku dengar dari sepupuku, dulu aku adalah pegawai di TQ Company dan aku tahu dari Ryan kalau perusahan itu ternyata milikmu."
"Hmm, itu benar."
Mendengar jawaban Bara, Anna tercengang. Lalu, kenapa Bara bersikap setenang itu dan biasa-biasa saja selama ini?
"Jadi, selama ini kamu tahu?"
"Hmm."
"Lalu ... apa kamu juga tahu, kalau aku adalah orang yang bunuh diri dari atap gedung?"
"Iya, aku tahu." Bara menoleh sebentar pada Anna, memastikan raut wajah wanita yang duduk di sebelahnya. Ia lega, Anna terlihat baik-baik saja.
"Lalu, kenapa kamu bersikap seolah tidak mengenalku?" tuntut Anna, butuh jawaban.
"Hmm, aku hanya takut jika mengungkit kejadian itu hanya akan membuat kamu kembali terluka. Ditambah, kamu juga kehilangan ingatan. Aku pernah dengar jika seseorang melupakan ingatannya. Itu artinya, ingatan tersebut bisa saja adalah ingatan yang buruk."
"Lagipula, semuanya sudah berlalu, aku juga takut menyinggungmu jika membahas itu." Bara menambahkan.
Alasan Bara memang terdengar masuk akal. Namun, kecurigaan Anna tidak bisa hilang begitu saja.
"Apa lagi yang kamu tahu? Hanya itu?" pancing Anna, ia butuh informasi lebih banyak.
"Sejauh ini, baru itu," jawab Bara.
Mobil Bara berhenti di depan rumah Anna, pada akhirnya mereka pun tiba.
Bara ikut turun dari mobil, mengantarkan Anna hingga depan gerbang.
"Oh, iya, Anna ... beritahu aku jika kamu sudah mendapatkan ingatanmu kembali."
Anna tidak jadi membuka gerbang, ia menoleh ke arah Bara.
"Kenapa?"
"Hmm, tidak apa-apa." Bara menjawab canggung. "Oh, ya, selamat malam."
"Selamat malam juga," balas Anna singkat, ia melambaikan tangan formalitas pada mobil Bara yang bergerak pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Second Life Memory (COMPLETED)
Roman d'amour~•~ follow dulu sebelum membaca, thx. Amanda Shopia artis paling fenomenal dengan banyak skandal dan anehnya ia masih wara-wiri di dunia hiburan. Arogan dan angkuh, hanya wajah cantik bak dewi itu yang menjadi daya tariknya. Tapi, dibalik itu semu...
