07 ~ HILANG INGATAN

16.4K 821 10
                                        

Dua orang dokter dan tiga orang perawat berlari ke sebuah ruangan yang cukup terisolasi dari ruang rawat lainnya.

Sungguh sebuah keajaiban, pasien yang sudah terbaring koma selama lima bulan lamanya akhirnya membuka mata.

Hampir saja, pasien bunuh diri tersebut dinyatakan mati otak karena tidak merespon apapun, terlebih jatuh dari ketinggian setinggi beberapa puluh meter itu, rasanya mustahil untuk pulih seperti sedia kala.

Dokter juga sudah memberitahukan, kemungkinan besar wanita berwajah pucat itu akan cacat jika berhasil diselamatkan.

Namun, siapa menduga? Jika, selama lima bulan perawatan yang dijalani seluruh organ tubuhnya berhasil memulihkan diri dari cedera dan trauma fatal.

Setelah pengecekan lebih lanjut, dokter juga tidak melihat ada keanehan kecuali, keajaiban yang menimpa wanita bernama Anna tersebut.

Namun, ditemukan benturan cukup keras di bagian tengkorak kepala yang akan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

"Anna, terima kasih udah sadarkan diri!" Sasa memeluk tubuh gontai sang sepupu.

Anna terlihat setengah sadar, pandangan matanya terlihat kosong. Sasa berpikir bahwa sepupunya itu masih di bawah pengaruh anestesi.

Tangan lembut Sasa mengelus rambut Anna. Pasti berat jadi sepupunya itu, karena Anna hampir melenyapkan nyawanya sendiri.

Tidak butuh waktu lama, kedua bola mata itu berubah cerah lalu berputar mengamati sekeliling.

"Astaga, aku hampir mati!" pekiknya. Anna mendorong tubuh Sasa menjauh, lalu bangkit dari hospital bed.

Seperti orang kerasukan, Anna melepas selang infus dan bergerak tidak tahu arah ke luar dari ruangan.

"Aku harus membatalkan pernikahan Bara! Mereka tidak boleh menikah!" Anna bersikeras, ia sudah sejauh ini bahkan mengalami kecelakaan saat menuju Hotel Galaxy, jadi tidak ada kata mundur baginya.

"Anna, kamu mau ke mana?" Sasa menyusul dengan cepat. Wanita berkemeja kotak-kotak yang tampak lusuh itu, menghadang Anna dengan kedua tangan terbentang di udara.

"Kamu bicara padaku?" Anna menunjuk dirinya sendiri. "Tidak salah orang? Aku sama sekali tidak kenal denganmu!"

Lagi pula, sejak kapan Anna bergaul dengan orang-orang berpenampilan buruk dan tidak tahu fashion?

Dalam hati, Anna sempat mengira wanita kampungan yang berada di depannya adalah penggemar yang bahkan menguntitnya sampai ke rumah sakit.

"Aku Sasa! Sepupu kamu, kamu lupa?"

Sepupu? Anna mengangkat sudut bibirnya angkuh. Sejak kapan, ia punya keluarga? Sejak kecil ia besar di panti asuhan, sebelum diasuh oleh keluarga Bara dan pada akhirnya hidup sendiri.

"Penipuan jenis apa lagi ini?!" Anna menyisir rambutnya ke belakang, mulai kesal dengan kelakukan wanita yang mengaku sebagai sepupunya itu.

Sasa pun sudah mulai emosi dengan tingkah kekanak-kanakan Anna.

"Dokter benar, sepertinya ada yang tidak beres dengan otakmu! Ikut aku, kita berdua harus mendengar penjelasan dari Dokter Fabian!" Sasa menarik tangan Anna, menyeretnya paksa.

"Hey! Kamu mau membawaku ke mana, aku baik-baik saja!" Anna meronta-ronta, ia tidak ingin ikut dengan wanita aneh itu.

"Jelas banget, kalau sekarang ini kamu nggak baik-baik aja." Sasa memukul punggung Anna kesal.

Bola mata Anna melebar kaget. Tidak percaya selain kampungan, wanita aneh itu juga bersikap kasar padanya.

"Kamu lupa siapa aku? Aku ini Amanda Shopia!" sahut Anna penuh penegasan. Ia menggigit bibirnya kesal.

The Second Life Memory (COMPLETED) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang