Gedoran pintu terdengar, Sasa berteriak memanggil namanya membuat Anna mau tidak mau harus bangun.
Padahal, ia ingin bangun siang saja hari ini. Sepupunya itu, memang sungguh menyebalkan. Dengan langkah malas dan muka bantal, Anna membuka pintu kamar.
"An, kamu pacaran sama si Ryan Nall itu?!"
"Hah?" Anna mengucek mata, tidak begitu yakin dengan apa yang barusan ia dengar. Nyawanya belum sepenuhnya terkumpul.
"Muka kamu bertebaran di internet dan lagi rame banget!!"
Mendengar hal itu, kesadaran Anna langsung kembali. Apa maksud Sasa barusan?
"Aku? Kenapa dengan wajahku?"
"Karena kamu pacar Ryan Nall, di internet bilang begitu."
"Aku?"
"Jadi, kamu bukan pacarnya?"
Anna menggeleng cepat. Ia menatap jam yang menunjukan pukul delapan lewat.
"Kamu berangkat kerja dulu aja, Sa. Nanti terlambat, aku lihat sendiri aja beritanya. Aku baik-baik aja, kamu jangan khawatir ...."
•••
Cobaan datang silih berganti di hidup Anna. Kehidupan damainya berubah seperti diteror habis-habisan.
Salah satu akun tanpa identitas mengungkap sosok yang dikenal sebagai 'pacar Ryan Nall adalah orang biasa' ke pada publik. Di mana, wajah dan latar belakang Anna terungkap.
"Dia janda, demi apa?!"
"Dia harusnya punya malu! Kenapa janda sepertinya merayu Ryan Nall yang masih bujangan?!"
"Aku berharap kamu mati! Mati saja kamu janda sialan!"
"Ku dengar dia juga menguras harta Kak Ryan. Aku berdoa semoga hidupnya sengsara!"
"Aku tidak setuju dengan hubungan kalian! Lebih baik, wanita murahan itu menghilang dari dunia ini dan berhenti menempel pada Kak Ryan!"
Anna membaca semua komentar yang ditujukan padanya. Tidak mau tenggelam dengan ujaran kebencian itu, Anna menutup laptopnya.
Sialan!
Kenapa hal mengerikan itu harus terjadi padanya?
Anna menyandarkan punggungnya pada sofa. Sudah ia duga sejak awal, mengungkapkan hubungan sang penyanyi ke publik tidak akan memberi untung apapun.
Tidak mau ambil pusing, Anna mengubah posisi, ia merebahkan dirinya di sofa panjang itu sambil menyalakan televisi. Menonton saluran kartun anak-anak yang menurutnya lebih berbobot daripada gosip murahan itu.
•••
"Lihat ini, Al." Fabian menyodorkan ponselnya pada Alvaro. Ia merasa pria itu, harus tahu berita mengenai sang mantan istri.
Alvaro menolak. "Gue udah lihat."
Fabian cukup dibuat tercengang mengingat Alvaro yang kudet, malah sudah duluan tahu daripada dirinya.
Alvaro tidak bisa tinggal diam apalagi saat mengetahui banyak komentar kebencian tertuju pada mantan istrinya.
Setelah percakapan singkat dengan Fabian di rumah sakit, Alvaro langsung bergegas menemui Anna.
Ia sangat cemas jika mental Anna terganggu karena serangan komentar-komentar negatif itu.
Mobil Alvaro mengebut di jalanan yang tidak begitu padat siang ini. Jadi, tidak butuh banyak waktu untuknya tiba di kediaman Anna.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Second Life Memory (COMPLETED)
Romance~•~ follow dulu sebelum membaca, thx. Amanda Shopia artis paling fenomenal dengan banyak skandal dan anehnya ia masih wara-wiri di dunia hiburan. Arogan dan angkuh, hanya wajah cantik bak dewi itu yang menjadi daya tariknya. Tapi, dibalik itu semu...
