Pertemuan Anna dengan Bara kemarin tidak berjalan lancar. Entah karena alasan apa, pria sibuk itu kekeh untuk mengajak Anna bertemu kembali hari ini.
Anna tiba lebih dulu di tempat yang dipilih Bara. Pria itu mengabari Anna bahwa pertemuan mereka ditunda selama 40 menitan karena Bara mendadak ada rapat.
Karena sudah terlanjut tiba, apa boleh buat? Anna akan menunggu dengan sabar meski sebenarnya bosan.
Anna menjelajah situs belanja online, mencuci mata dengan pakaian-pakaian dengan harga standar yang lebih ramah di kantongnya yang mulai menipis.
Satu kemajuan, Anna tidak semaniak dulu dengan yang namanya berbelanja. Kadang-kadang, ia hanya melihat saja tanpa membeli apapun.
Suara kursi berdecit terdengar, mengecoh perhatian Anna. Ekor matanya mengikuti pergerakan seorang wanita, yang entah datang dari mana dan tiba-tiba saja menarik kursi di depannya lalu duduk.
"Kamu siapa?" tanya Anna, sambil memperhatikan sekitar. Suasana cafe tampak ramai di siang bolong yang terik.
"Hai, Anna. Sudah lama sekali," sahutnya. Ia melepaskan masker hitam dan tudung hodie yang ia kenakan.
Melihat penampilan wanita asing itu, Anna sempat mengira wanita itu adalah artis yang sedang menyamar karena wanita itu tampak bersembunyi-sembunyi.
"Butuh keberanian untuk menemui kamu setelah bersembunyi selama ini." Wanita itu tersenyum manis, ia menatap lega pada kondisi Anna yang terlihat jauh lebih baik daripada yang ia bayangkan.
"Maksud kamu?" Anna tidak mengerti.
Wanita berhodie hitam itu mengetahui tatapan asing Anna padanya. Seperti yang ia dengar, tentang hilang ingatan Anna dan setelah melihat langsung tentang kabar itu, ia yakin itu adalah kebenarannya.
Anna tampak tidak mengenalinya. Ia pun berpikir untuk memperkenalkan diri lagi.
"Aku Tika, kita dulu pernah bekerja bersama di TQ Company."
"Tika?" batin Anna. Menatap cukup lama pada wanita misterius yang tiba-tiba datang menemuinya.
"Kamu mengenal Mbak Dona, kan?" tebak Anna asal.
Tika mengangguk.
Jawaban singkat yang diberikan Tika, membuat Anna kehilangan kata-katanya. Tapi, Anna sangat kaget bahwa tebakannya akurat, padahal ia hanya mengikuti dengan insting belaka.
"Sudah lama sekali, An. Bagaimana kabarmu?" tanya Tika ingin tahu, ia perlu memastikan lebih dulu.
"Seperti yang kamu lihat sekarang." Jawaban Anna merujuk pada keadaan dirinya baik-baik saja. "Dan, izinkan aku bertanya beberapa hal tentang hubunganku dan Mbak Dona. Kamu tahu sesuatu, kan?"
Tika membasahi bibir, ada keraguan dalam matanya untuk memberitahukan kebenaran pada Anna.
Setelah bersembunyi cukup lama, Tika akhirnya mengumpulkan keberanian untuk menemui wanita itu.
"Sebenarnya ...." Tika menggantung kalimatnya. Bola matanya berkeliling menatap sekitar, ia sangat waspada saat ini.
"Apa?" tanya Anna lebih penasaran.
"Aku melihat siapa yang datang ke atap bersama kamu malam itu."
"Ke atap?" Anna tidak mengerti apa maksud Tika barusan.
Ke atap?
Apa itu, maksudnya atap TQ Company?
"Maksudmu saat aku bunuh diri ada orang bersamaku?" tanya Anna memastikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Second Life Memory (COMPLETED)
Romance~•~ follow dulu sebelum membaca, thx. Amanda Shopia artis paling fenomenal dengan banyak skandal dan anehnya ia masih wara-wiri di dunia hiburan. Arogan dan angkuh, hanya wajah cantik bak dewi itu yang menjadi daya tariknya. Tapi, dibalik itu semu...
