PART 7

3.6K 264 4
                                        

PART 7.




PART 7

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.






"Baik anak-anak, berhubung bell istirahat sudah berbunyi. Maka pelajaran saya selesai sampai disini dan besok kalau ada pelajaran saya lagi, akan saya lanjut. Buat kalian jangan lupa belajar dirumah." peringat bu saskia, selaku guru sejarah. Setelah selesai mengemas buku-buku bawaannya bu Saskia segera beranjak dari duduknya dan pergi dari sana.

"La, gue duluan, ya. Perut gue udah minta diisi." pamit Dinda setelah ia selesai menyimpan beberapa alat tulis dan bukunya.

"Iya, duluan aja." ucap Mala.

"Bye, La." ucap Dinda lalu beranjak pergi.

"San, yuk, kantin." ucap Dinda mengajak teman kelasnya yang bernama Sandra.

"Yuk, teraktir kayak biasanya, ya." ucap Sandra.

"Bisa diatur, yuk." ucap Dinda lalu melangkur pundak Sandra dan melangkah pergi dari sana.

"Rakh," panggil Irsyad.

"Hmmm, " dehem Rakha.

"Lo kenapa lagi, sih, sama Mala?" tanya Irsyad.

"Jangan bahas cewek itu. Gue gak mau denger apa-apa tentang dia." desis Rakha lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan teman-temannya yang masih berada dikelas.

"Segitu bencinya kamu, Rakh, sama aku." lirih Mala dalam hati. Ia menatap punggung Rakha yang hilang dibalik pintu.

"Rakha!" teriak Irsyad.

"Kenapa tuh, Rakha?" tanya Afan sembari berjalan menghampiri Irsyad yang masih terduduk dibangkunya.

"Gak tau, lagi pms kali." ucap Irsyad.

"Lo kira dia cewek pake pms segala." ucap Eby.

"Kalau bukan pms apa dong namanya?" tanya Irsyad.

"Entahlah, gak usah dipikirin mending kita kekantin gue udah laper." ucap Haidar lalu ia pergi dan keluar dari kelas itu dan disusul yang lainnya.

Dikelas itu, hanya tersisa Mala seorang. Ia sudah terbiasa sendiri, sepi dan sunyi. Tidak ada satu orang pun yang menemani Mala. Bahkan keluarganya sendiri tidak ada yang menginginkannya.

"Mala," panggil Haura sembari berlari memasuki kelas Mala dan menghampirinya.

"Haura," cicit Mala.

"Lo gak kekantin?" tanya Haura

"Gue gak laper." dusta Mala, padahal perutnya sudah dari tadi merasakan yang namanya lapar. Bagaimana tidak lapar, sedari kemarin hingga sekarang dia belum makan sama sekali apalagi hari ini Papanya hanya memberikan dia uang jajan hanya 10rb. 10rb dapet apa? Buat ongkos pulang aja tidak cukup. Miris banget kan hidup Mala. Terlahir dikeluarga kaya raya tapi kehidupannya tidak terjamin.

HURT [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang