PART 21

4.2K 290 42
                                        

PART 21.

________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

________

"Ikut gue!"

"Rakha," cicit Mala terlonjak kaget saat tiba-tiba pergelangan tangannya di cengkraman kuat oleh tangan kekar Rakha dan menyeret langkah Mala kasar.

"Shhh, Rakha pelan. Pergelangan tangan aku sakit." ringis Mala namun sama sekali tidak didengar oleh Rakha. Rakha masih saja terus menarik Mala dengan langkah lebarnya.

"Rakha tangan aku sakit." adu Mala sekali lagi. Namun hasilnya tetap sama, seruannya sama sekali tidak Rakha dengar.

"Kamu mau bawa aku kemana sih, Rakh? Bentar lagi bell masuk, aku mau masuk kekelas." ujar Mala.

Duk!

"Shhhh, sakit." ringis Mala, ia merasakan nyeri di pantatnya saat Rakha menghempaskan Mala begitu saja diatas lantai. Setelah Rakha menghempaskan Mala diatas lantai gudang yang sudah tidak terpakai itu, Rakha kembali berjalan menuju pintu gudang itu lalu menguncinya.

"Rakha kamu mau apa?" tanya Mala was-was. Jujur saat ini ia begitu ketakutan. Dari raut wajah Rakha, bisa ia lihat bahwa saat ini Rakha sedang dikuasai oleh emosi.

Mala mengedarkan bola matanya keseluruh penjuru ruang bekas gudang ini. Disini terlihat rapih dan bersih, ya... Ruang bekas gudang ini memang dijadikan Rakha dan juga teman-temannya untuk mereka jadikan markas kedua saat disekolah.

"Rakha kamu mau apa?" tanya Mala ia terus saja menyeret tubuhnya agar mundur dan menghindari langkah Rakha.

Duk! Punggung Mala kini menabrak tembok yang ada dibelakangnya. Kini Mala semakin dilanda kegelisahan saat Rakha mulai berjokngkok menyamakan tinggi badannya.

"Sayang." desis Rakha. Tangannya mengelus lembut pipi Mala. Bukannya Mala merasa tenang, tapi sebaliknya. Mala kini semakin dilanda ketakutan. Suara Rakha yang menyapa gendang telinganya membuat buku kuduknya meremang.

"Shhhh... Rakha sakit." rintih Mala mengadu kesakitan saat tangan Rakha mencengkram pipi Mala kuat.

"Bagus, ya, sekarang cewek gue udah mulai ganjen!" desis Rakha yang mampu menusuk hati Mala. Nyes, kenapa sakit.

"Maksud kamu apa?"

"JANGAN PURA-PURA BODOH!" sentak Rakha sembari menghempas kasar pipi Mala sehingga membuat sangat empunya kesakitan.

"Hiksss... Aku beneran gak tau apa yang kamu maksud, Rakha." isak tangis Mala kini sudah mulai terdengar.

"JANGAN NANGIS! GUE GAK BAKALAN LULUH SAMA AIR MATA LO!" sekali lagi sentakan itu mampu membuat relung hati Mala lagi dan lagi merasa seperti dihantam kuat dengan banyak batu besar, SAKIT.

"Aku salah apa sih, Rakh, sama kamu? Kenapa kamu sedikit-sedikit nyakitin aku. Padahal selama ini, aku gak pernah ngelakuin apa-apa." tanya Mala, ia menatap punggung Rakha yang saat ini membelakanginya.

HURT [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang