PART 30

5.3K 404 42
                                        

PART 30.

PART 30

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


___________

Rakha, ia nampak menghentikan laju motornya didepan rumah dengan pagar besi berwarna hitam yang menjulang tinggi didepannya. Rakha menatap lekat-lekat rumah yang nampak sepi dan juga damai itu. Ia melepas helm fullfacenya lalu meletakkannya dijok depan motornya dan sedikit mengibaskan anak-anak rambutnya. Tangannya menyugar rambutnya kebelakang sembari ia turun dari motornya.

"Akha datang Lala." gumam Rakha lalu ia melangkah masuk kedalam sembari membuka gerbang pagar itu.

Brak!

Brak!

Brak!

"Lala, buka... Ini aku, Akhanya Lala!" teriak Rakha sembari mengedor pintu utama rumah Axel dengan keras.

Clekkk!

"Siapa kamu? Malam-malam, gedor-gedor rumah saya!" tanya Axel sengit. Sepertinya is melupakan sosok pria yang ada didepannya saat ini.

"Mana Lala!?"

"Disini gak ada yang namanya, Lala." jawab Axel.

"Ada ap--- Rakha, ngapain lo kesini?" tanya Gizele yang baru saja datang dari dalam.

"Gizele, jadi ini rumah lo. Jadi selama ini, lo tinggal sama Mala?" tanya Rakha.

"Iya, bukan gue yang tinggal sama dia. Tapi selama ini dia yang numpak tinggal disini." jawab Gizele. "Ngapain lo malam-malam kesini? Nyariin Mala? Dia, udah kita usir dari sini." ujar Gizele. Dan itu mampu membuat Rakha melototkan matanya sempurna.

"Kalian usir, Mala?" tanya Rakha tidak percaya.

"Iya, buat apa saya merawat dia yang jelas-jelas bukan anak saya. Dia hanya pembawa sial dikehidupan saya. Dia juga udah bunuh istri saya. Dia juga an--"

Bugh!

"Sekali lagi lo maki-maki Mala didepan gue. Gue bunuh lo." ucap sengit Rakha. Amarahnya kini sudah berada diubun-ubun. Deru nafasnya sudah tidak beraturan.

"Pa... Papa, gapapa kan?" tanya Gizele, ia berjongkok memegang kedua bahu Axel dan menuntutnya untuk berdiri.

"Lo gila, kenapa lo pukul papa gue?" cicit Gizele menatap Rakha nyalang.

"Dia pantes dapetin pukulan dari gue. Kalau gue mau, gue gak segan-segan buat bunuh dia!"

"Lo kerasukan apa, hah!? Bukannya lo juga gak perduli sama Mala? Kenapa sekarang lo, seakan-akan jadi orang yang paling perduli sama dia."

"Bukan urusan lo!" ucap Rakha. Amarah kini masih menguasai dirinya.

"Ini ada apa sih?" tanya Melisa yang baru saja keluar.

"Ya ampun, mas. Sudut bibir kamu kenapa?" tanya Melisa dengan memegang memar yang ada disudut bibir Axel. Axel akui pukulan Rakha tidaklah main-main.

"Ini pasti gara-gara kamu, ya!?" tanya Melisa.

HURT [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang