⚠️Warning⚠️
- Banyak adegan kekerasan dan kata-kata kasar. Mohon bijaklah dalam membaca-
Basmalah Ilona Gralind, biasanya akrab disapa dengan sebutan Mala. Dia adalah anak yang diadopsi oleh keluarga Pradipta. Mereka mengadopsi Mala tujuan awalnya h...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_____________
"Ma, pa. Rakha pengen ngomong sesuatu." pungkas Rakha. Ia baru saja turun dari kamarnya lalu ikut duduk bergabung bersama kedua orang tuanya. Naufal, sang papa tadi sibuk mengotak-atik laptopnya sementara Calista yang sibuk dengan tontonan televisi kesukaannya.
"Mau ngomong apa?" tanya Naufal ia melirik Rakha sekilas lalu melanjutkan kembali aktivitasnya.
"Kamu gak mau mama buatin minuman juga, Rakh?" tanya Calista.
"Gausah, ma. Rakha cuma mau ngomong sesuatu cuma sebentar. Setelah ini Rakha mau jalan ke markas nemuin anak-anak yang lain." jawab Rakha.
"Yaudah, kalau gitu mama tinggal dulu."
"Jangan lama-lama, ma, buat kopinya. Rakha juga mau ngomong sesuatu sama mam bentar aja." ujar Rakha.
"Iya, sayang. Mama gak bakalan lama kok." ucap Calista lalu ia berjalan menuju dapur.
"Rakha mau ngomong apa sama papa?" tanya Naufal, ia membenarkan duduknya dan menyandarkan punggungnya kekepala sofa.
"Aku mau ngomong tentang Lala, pa. Apa papa masih inget?" tanya Rakha.
Naufal nampak mengerutkan dahinya. Ia mencoba menerawang dan mengingat nama Lala. "Lala, ya?" tanya Naufal dan diangguki oleh Rakha.
"Coba papa ingat-ingat dulu." kini Naufal nampak berfikir keras.
"Lala temen kecil kamu? Yang tinggal dipanti asuhan kasih sayang bunda? Yang itu?" tanya Naufal.
"Iya, pa, yang itu."
"Kenapa sama Lala, hmmm... Bukannya Lala udah diadopsi?" tanya Naufal.
"Lala siapa, pa?" sahut Calista yang baru saja datang dengan membawa satu cangkir ditangannya.
"Mama gak inget sama Lala?" tanya Rakha, Calista yang meletakkan cangkir kopi itu diatas meja pun melirii Rakha sekilas lalu duduk disamping Naufal.
"Lala? Eummm..." Calista mencoba mengingat-ingat nama Lala. "Lala yang tinggal dipanti asuhan kasih sayang bunda?" tanya Calista.
"Iya," jawab singkat Rakha.
"Kenapa kamu nanyain soal Lala?" tanya Calista. Ia menatap putranya penuh tanda tanya.
"Kemarin aku sempet mimpi Lala, ma." lirih Rakha sembari melirik sendu kearah Calista dan Naufal secara bergantian
"Dan setelah aku mimpiin Lala, aku kemarin sengaja dateng ke panti asuhan waktu hari minggu kemarin. Saat aku sampai disana. Aku mau nanyain kabar Lala sama ibu pantinya, sekalian ngasih donasi ke mereka. Belum sempet aku nanya soal Lala, ibu pantinya udah keburu nanyain Lala sama Rakha. Dia nanya sama Rakha, apa Rakha masih inget sama Lala apa nggak? Terus Rakha jawab masih inget. Trus kata ibu pantinya, setelah beberapa tahun setelah Lala diadopsi, Lala ataupun keluarga yang adopsi Lala tiba-tiba gak ada kabar sampai sekarang. Dan ibu panti perasaannya sejak itu gak tenang seperti ada yang ngeganjal dan ibu panti nyuruh Rakha buat cari informasi tentang Lala. Tapi sampai sekarang Rakha belum nemuin satu pun informasi tentang Lala, ma, pa. Seperti Lala hilang gitu aja tanpa kabar. Papa kira-kira bisa bantuin buat cariin Lala gak, Pa?" tanya Rakha setelah menjelaskan panjang kali lebar kepada kedua orang tuanya.