⚠️Warning⚠️
- Banyak adegan kekerasan dan kata-kata kasar. Mohon bijaklah dalam membaca-
Basmalah Ilona Gralind, biasanya akrab disapa dengan sebutan Mala. Dia adalah anak yang diadopsi oleh keluarga Pradipta. Mereka mengadopsi Mala tujuan awalnya h...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Pak, bu. Dimana Afan?" tanya Nisa yang baru saja datang bersama Agam. Ia kini berdiri diantara guru dan para siswa/i SMA Daniswara School yang tengah berkumpul di depan api unggun. Bukan karena sedang mengadakan acara api unggun api itu hanya sekedar agar menetralisir hawa dingin yang ada disana.
"Afan baru aja pamit bersama yang lainnya bu. Mereka katanya mau menyelamatkan Mala. Kata Afan sama temen-temennya, Mala kemungkinan diculik." jelas Pak Gandi mewakili.
"Astagfirullah, Mala." lirih Nisa sembari membekap mulutnya sendiri. Rasa cemasnya kini semakin meningkat ketika ia tahu kabar bahwa Mala diculik.
"Kamu tenang, ya, semuanya bakalan baik-baik saja." Agam kini memeluk bahu istrinya, mencoba menenangkan Nisa lewat pelukannya.
"Tapi aku takut, mas. Aku takut Mala sama yang lainnya kenapa-kenapa." lirih Nisa matanya kini sudah berkaca-kaca.
"Kamu tenang, mas bakalan coba minta bantuan sama bang Naufal." ucap Agam lalu ia meronggoh saku celananya untuk mengambil benda pipihnya. Jari-jarinya nampak menari-nari dilayar ponselnya, mengetik beberapa tulisan disana.
"Mas udah kirim pesan ke bang Naufal." ucap Agam.
"Tapi kita gak bisa diem gini aja, mas. Kita juga harus susul mereka." ujar Nisa.
"Aku bakalan lacak dulu keberadaan Afan." ucap Naufal kini ia mengotak-atik sesuatu dihpnya.
"Gimana, mas?" tanya Nisa.
"Aku udah nemu titik terakhir Afan. Kita kesana sekarang." ucap Agam.
____________
"KELUAR LO SEMUA, SIALAN!" teriak Rakha yang kini sudah berdiri didepan pintu bangunan kosong tempat dimana Arsenio tadi mengirimkannya sherlock. Disisi kanan dan kirinya kini tengah berdiri anggota inti geng The Devil's dan di belakang ada beberapa anggota yang lain.
"Akhirnya lo sama geng sampah lo datang juga." ucap Arsenio sembari keluar dari dalam bangunan kosong itu bersama beberapa anggota inti gengnya.
"Gak usah basa-basi dimana cewek gue!" sungut Rakha, ia rasanya ingin sekali menghajar habis-habisan wajah sok Arsenio sampai babak belur.
"Kalem mas bro, cewek lo aman." ucap santai Arsenio dengan senyum miringnya.
"Kalau sampai terjadi apa-apa sama cewek gue. Kalian semua bakal habis ditangan gue!" desis tajam Rakha, kini ia menatap Arsenio dengan tatapan tajam yang menusuk.
"Wihhh gue takut." ejek Arsenio terkekeh remeh lalu disusul oleh tawa anggota Calvos yang lain dan itu mampu membuat kedua tangan Rakha dan yang lainnya terkepal kuat.
"MANA CEWEK GUE, BANGSAT! GUE GK SUKA BASA-BASI!" kini deru nafas Rakha sudah naik turun dan tak beraturan, itu tandanya ia berusaha mati-matian untuk menahan semua amarahnya yang ingin meledak saat itu juga.