⚠️Warning⚠️
- Banyak adegan kekerasan dan kata-kata kasar. Mohon bijaklah dalam membaca-
Basmalah Ilona Gralind, biasanya akrab disapa dengan sebutan Mala. Dia adalah anak yang diadopsi oleh keluarga Pradipta. Mereka mengadopsi Mala tujuan awalnya h...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_________
Rakha kini meletakkan dengan hati-hati tubuh ringkih Mala keatas brankar UKS. Lalu ia menyeret kursi yang ada disebelah brankar itu agar lebih dekat dan ia dudukan bokongnya disana. Kebetulan tidak ada satu orang pun yang ada didalam UKS saat ini, hanya ada Mala dan dirinya.
"Lala, kamu hobby banget bikin aku khawatir dari kemarin." ucap Rakha, tangannya kini sudah menggengam erat tangan Mala sesekali mengusap punggung tangan itu.
"Bangun, ya, La. Jangan bikin aku khawatir." ucap Rakha dan setelah itu ia meletakan dengan pelan tangan Mala dan beranjak dari sana. Berniat untuk mencari minyak angin. Setelah apa yang ia cari sudah ia dapatkan, Rakha kembali menuntun langkahnya dan mendudukan bokongnya kembali ke kursi semula.
"Bangun, La." gumam Rakha sembari mendekatkan lubang botol minyak angin itu tepat didepan hidung Mala.
"Ayo, La." mohon Rakha.
"Eunghhhh..." lenguh Mala sembari mengerjapkan kedua matanya pelan, mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina matanya.
"Syukurlah, kamu udah sadar." ucap Rakha lega.
"Akha, aku dimana?" tanya Mala yang baru saja terkumpul kesadarannya.
"Kamu ada di UKS, tadi kamu pingsan. Ada yang sakit?" tanya Rakha.
"Gak ada, Akha. Kepala aku hanya sedikit pening." jawab Mala.
"Aku udah bilang kan. Seharusnya kamu tuh istirahat dirumah. Kalau kamu nurut gak bakalan kayak gini jadinya." omel Rakha.
"Kamu marah? Aku baru bangun lho, Kha." ujar Mala.
Rakha menghela nafasnya kasar, mencoba mengontrol emosinya. "Sorry, aku kayak gini karena aku khawatir sama kamu, lala. Dari kemarin kamu tuh hobbi bikin aku suport jantung." dumel Rakha.
"Maafin, Lala, ya, Akha. Selalu bikin Akha khawatir." lirih Mala.
"Maafin Akha juga, ya, Lala. Gak bisa jagain Lala." ucap Rakha.
"Gapapa, Akha. Ini bukan salah kamu.."
"Aku mau nanya sama kamu, siapa yang ngelakuin ini sama kamu, Lala?" walaupun Rakha udah tau kronologinya. Tapi ia hanya ingin tahu pengakuan dari Mala langsung.
Mala nampak gelisah. Ia tidak mungkin menceritakan kronologi yang sebenarnya. Rakha bukan Akha yang dulu Lala kenal. Sifat Akha jauh berbanding terbalik dari sifat Rakha yang sekarang. Kalau dia mengatakan yang sebenarnya, ia tidak ingin terjadi sesuatu sama Gizele. Bagaimanapun Gizele adalah saudaranya.
"Tadi kepala aku pusing, Kha. Terus aku jatuh pingsan." jawab Mala alibi. Tidak tahukah Mala bahwa sebenarnya Rakha sudah tahu kejadian yang sebenarnya. Tapi dia belum puas kalau belum mendengar langsung jawabannya dari Mala.