PART 29

4.5K 357 32
                                        

PART 29.



PART 29

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



___________

Suara denting garpu sendok dan piring kini seakan menggema diruang makan di kediaman Daniswara. Peraturan yang mereka terapkan adalah tidak boleh bersuara saat sesi makan berlangsung.

"Papa udah selesai." Naufal membuka suara saat ia baru saja selesai menegak air putih hingga tinggal isi setengah. Tangannya meraih tissu dan mengelap bibirnya hingga kering.

"Mama juga udah selesai." ucap Calista, lalu ia meraih air minum yang tidak jauh dari jangkauannya. Setelah itu, ia meraih satu apel hanya sekedar untuk cuci mulut.

"Ma, Papa mau ke rung kerja dulu, ya." pamit Naufal. "Dan kamu, Rakha. Papa tunggu kamu di ruang kerja papa." ucap Naufal lalu ia beranjak dari duduknya dan berjalan lebih dulu.

"Kamu udah selesai?" tanya Calista.

"Udah, ma." ucap Rakha, lalu tangannya meraih gelas air minumnya dan menegaknya hingga tandas tidak ada sisa sama sekali.

"Kalau udah, sana, gih. Udah ditunggu sama, Papa." ujar Calista.

"Iya, ma. Rakha keruang kerja papa dulu, ya, ma." pamit Rakha lalu ia pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ruang kerja Naufal.

Klekk...

Rakha menarik knop pintu ruang kerja Naufal dan mendorong pintu itu masuk. "Pa," seru Rakha. Dapat Rakha lihat, saat ini Naufal sedang duduk dengan posisi membelakanginya.

"Duduk, Rakha!" perintah mutlak Naufal. Sebenarnya sifat tegas Rakha adalah keturunan dari sang papa, Naufal. Sebenarnya sifat dan sikap Rakha adalah duplikat Naufal sewaktu masih remaja.

Rakha berjalan menuju kursi yang ada didepan Naufal lalu duduk disana. "Papa mau bicarain apa soal, Lala?" tanya Rakha to the point.

Naufal nampak memutar kursi dan tubuhnya agar menghadap tepat kearah Rakha. Naufal terlihat memegang sebuah amplop berwarna coklat di tangannya lalu meletakan amplop itu diatas meja kerjanya.

"Itu apa, pa?" tanya Rakha.

"Kamu buka aja." ucap Naufal, dan tanpa menunggu lama. Rakha segera meraih amplop itu lalu segera membukannya.

"Ini maksudnya apa, pa? Kenapa ada foto Mala disini?" tanya Rakha, ia menatap Naufal menuntut jawabannya.

"Kamu kenal sama gadis itu?" tanya Naufal.

Rakha mengangguk dengan tatapan penuh arti. "Iya, bukan kenal lagi, pa. Tapi Rakha punya hubungan sama Mala." jawab Rakha.

"Basmalah Ilona Gralind? Betul?" tanya Naufal.

"Iya, papa tau dari mana?"

"Kamu lupa, papa punya banyak koneksi?" tanya Naufal. Rakha yang dilempari pertanyaan hanya menggaruk tengguknya yang tidak gatal.

HURT [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang