⚠️Warning⚠️
- Banyak adegan kekerasan dan kata-kata kasar. Mohon bijaklah dalam membaca-
Basmalah Ilona Gralind, biasanya akrab disapa dengan sebutan Mala. Dia adalah anak yang diadopsi oleh keluarga Pradipta. Mereka mengadopsi Mala tujuan awalnya h...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
______
"Hari ini lo udah boleh pulang 'kan?" tanya Rakha sembari meletakan tasnya diatas sofa lalu ia berjalan menuju kursi yang ada disamping ranjang rumah sakit yang Mala tempati.
"Iya, tapi nunggu dokter dulu. Kamu gak kesekolah? Katanya tadi pamit pulang, mau kesekolah. Kok kesini lagi?" tanya Mala.
"Ceritanya, gue gak boleh kesini?" tanya Rakha. Mala yang mendapat pertayaan yang terlontar dari mulut Rakha dengan cepet ia menggeleng kepalanya.
"Bukan kayak gitu, Rakha. Maksud ak---"
"Yaudah, kalau gitu, gue pergi." putus Rakha, ia pun beranjak dari duduknya dan ingin melangkah pergi dari sana. Saat ia ingin melangkah pergi dari sana, langkahnya sudah dihentikan cepat oleh Mala.
"Rakha tunggu." cegah Mala, ia ingin beranjak dari tidurnya.
"Mau ngapain?" tanya Rakha lalu ia cepat-cepat menghampiri Mala. "Udah tiduran aja. Gak usah banyak gerak." ucap Rakha mencegah Mala agar tidak bangun dari tiduranya.
"Kamu marah?" tanya Mala dengan mimik wajah yang was-was.
"Lo takut gue marah?" tanya Rakha lalu ia kembali duduk.
"Rakha kalau marah serem."
"Akha, jangan malah." seru Mala ia sedari tadi mengejar Rakha yang berjalan cepat meninggalkan Mala.
Duk!
"Akha, hikssss.." tangisan Mala kini mampu membuat langkah cepat Rakha terhenti.
"Lala,"seru Rakha, setelah itu ia berlari cepat menghampiri Mala yang saat ini sudah terduduk dengan memegangi lututnya yang kini sudah berwarna biru keunguan.
"Ceroboh banget sih." kesel Rakha lalu ia berjongkok tepat didepan Mala yang kini terlihat mengusap ingus yang keluar dari hidungnya.
"Akha, lutut Lala cakit." ringis Mala sembari menatap sendu Rakha dan beralih menatap luka di lututnya.
"Tunggu sini. Jangan kemana-mana." titah Rakha.
"Akha mau kemana? Jangan tinggalin, Lala, hiksss..." kini tangis Mala semakin menjadi.
"Akha jaat, Akha ninggalin Lala." lirih Mala.
"Akha gak ninggalin, Lala." seruan itu mampu membuat Mala mengangkat kepalanya yang semula menunduk.
"Akha," tatapan Mala kini berubah menajadi sorot berbinar.
"Siniin lututnya, biar Akha obatin." ucap Rakha dengan menarik lembut kaki Mala. Setelah ia membuka P3K yang baru saja ia ambil.
"Tahan sedikit, ya, Lala. Ini mungkin perih sedikit, janji gak bakalan sakit." pungkas Rakha sembari menuangkan cairan Alkohol diatas kapas lalu membersihkan luka di lutut Mala.