PART 37

4.9K 342 40
                                        

PART 37.

PART 37

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

______

"Dimana mereka?" tanya Rakha. Setelah Mala sudah tertidur, Rakha memutuskan untuk segera pergi ke ruang bawah tanah. Dimana ruang eksekusi terletak.

"Ada didalam," jawab Gamaliel yang sedari tadi menjaga di luar. Dia juga termasuk anggota The Devil's.

"Kalian juga ikut masuk." titah Rakha lalu masuk kedalam dan diikuti Gamaliel dan Edgar.

Rakha berjalan menghampiri Afan dan Rafka yang sedang duduk diatas sofa seraya menikmati rokok ditangannya dan juga menikmati pemandangan yang ada didepan sana. Dimana ada ketiga cewek dengan keadaan terikat di ketiga tiang yang ada disana.

"Lepasin gue!" teriak Gizele sembari berontak, mencoba melepaskan ikatannya.

"Lepasin kita!" teriak Evelyn.

"Gue mohon lepasin gue." lirih Adel, ia juga sama mencoba memberontak dan melepaskan ikatan ditangannya.

Rakha yang mendengar jeritan ketakutan itu pun berjalan mendekat kearah ketiga cewek dengan kondisi terikat ditiang dan juga mata yang tertutup kain hitam. Ia berjalan sembari bersedekap dada dengan senyum smriknya. Sedangkan keempat anggotanya hanya menyaksikan Rakha dari belakang. Dengan menikmati cemilan dan juga rokoknya.

Saat jarak Rakha sudah begitu dekat dengan ketiga mangsanya itu, tangannya terulur lalu membuka penutup kain hitam yang menutupi mata ketiganya.

"Rakha," gumam mereka, hal yang pertama kali ia lihat adalah Rakha dengan raut wajah yang tidak biasa.

"Rakha lepasin gue. Gue salah apa sama lo?" tanya Gizele yang sudah dibuka kain penutunnya.

"Lo masih nanya kesalahn lo, apa? LO PURA-PURA LUPA ATAU LO GAK INGAT! LO UDAH NGELUKAI MILIK GUE, BODOH! DAN LO MASIH NANYA KESALAHAN LO APA!?" kini Rakha mencengram kuat dan juga kasar rahang Gizele, membuat sang empu meringis kesakitan.

"Ra---Rakha lep--pasin tangan lo. Rahang gue sakit..." lirih Gizele. Rakha pun langsung menghempas dengan kasar rahang Gizele sehingga membuat kepalanya tertoleh kesamping.

"Hukuman apa yang pantas buat SAMPAH kayak kalian!? Hmmm.." tanya Rakha, ia berjalan memutari ketiga mangsanya. Ia menatap remeh mereka.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HURT [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang