⚠️Warning⚠️
- Banyak adegan kekerasan dan kata-kata kasar. Mohon bijaklah dalam membaca-
Basmalah Ilona Gralind, biasanya akrab disapa dengan sebutan Mala. Dia adalah anak yang diadopsi oleh keluarga Pradipta. Mereka mengadopsi Mala tujuan awalnya h...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
____________________
Malam ini deru motor terdengar nampak saling bersahutan satu sama lain, seakan menggema keras diarea balap liar itu. Saat ini sudah, terlihat empat motor yang bersejajar dibelakang garis dan segerombolan lautan manusia yang kini tengah menggerubuni meraka, banyak teriakan-teriakan yang menyemangati mereka berempat.
"Ayo, Rakha lo pasti menang."
"Kevin, gue yakin kalau malam ini lo yang juara."
"Adrian, lo pasti pemenangnya.
"Sagara, malam ini lo pasti yang bakalan menang." teriakan demi teriakan saling bersahutan dengan deru motor masing-masing dari motor mereka berempat.
"KALIAN SIAP!" teriak seorang wanita seksi yang saat ini berdiri tepat di depan garis dengan sedikit melengokan tubuh seksinya. Dan dikedua tangannya sudah memegangi bendera.
"ARE YOU READY!?" teriakan itu sekali lagi menggema. Menyapa gendang telinga mereka.
"READY!" seru mereka. Mereka saling melempar tatapan sengitnya. Menandakan mereka siap bertempur memenangkan balapan ini.
"Oke, 1.... 2... 3... GO!" seorang wanita kini mengangkat tinggi-tinggi bendera yang ia pengang. Dan detik selanjutnya, keempat motor itu pun sudah melesat pergi berlomba untuk memenangkan garis finish.
"Gue gak akan biarin lo menang, Rakha." ujar Adrian dengan tersenyum smrik dibalik helm fullface nya. Ia kini menancapkan gasnya agar sejajar dengan laju motor Rakha. Yang dua kini sudah tertinggal jauh dibelakang mereka.
Kini laju motor Adrian berhasil menyalip laju motor Rakha, membuat Rakha membuka kaca helmnya dan memincingkan matanya. Detik selanjutnya, ia menutup kembali kaca helmnya dan segera menambah kecepatan laju motornya sehingga kini Rakha-lah yang memimpin kembali lajunya.
"Ahhh sial!" umpat Adrian. Ia tidak mah tinggal diam. Hingga Adrian memiliki ide liciknya. Adrian kini m3nambah kecepatan laju motornya dan menuntun motornya agar sedikit dekat dengan badan motor Rakha. Dah dengan ide liciknya, ia pun ingin menendang sisi motor Rakha agar dirinya jatuh. Namun usahanya gagal, Rakha bisa menepis tendangan itu. Ketika ia berhasil menepis tendangan dari Andrian, ia kembali menancapkan gasnya kuat, melesat meninggalkan Andrian yang kini sudah mengumpat kasar dibelakang sana. Pasalnya rencana untuk mencelakakan Rakha gagal totoal.
"Bedebah!" umpat Andrian dengan memukul kasar udara.
"Gue gak bakalan kalah sama lo, Rakha. Gue gak bakalan biarin lo menang!" desis Andrian, lalu ia lebih mempercepat lagi lajunya. Saat sampai ditikungan, Ia ingin menginjak bedal remnya namun ternyata rem motornya ternyata mengalami blong.
"Ehh... Rem gue." Andrian kini mulai panik, pandangannya gelisah. Mau tidak mau ia membanting striknya kekanan lalu loncat. Sehingga tubuhnya kini terguling-guling diaspal jalan.