"Sayang...!"
Michi menoleh ketika kekasihnya memanggil.
"Sini"
Michi mengangguk dan menghampirinya dengan berlari kecil.
"Udah main air nya, makan dulu, baru main lagi" Jordan memberikan sebuah piring berisi seafood.
"Seru?" Tanya Elio.
"Banget, makasih ya Raiden udah ngajak kita ke pantai"
Raiden mengangguk dengan mengusap pucuk kepala Michi.
"Guyss gak kerasa ya bentar lagi kita kelulusan" Runa menatap langit, kemudian bersandar di bahu kekasihnya.
"Manja banget" gumam Edward dengan merangkul Runa kedalam pelukannya.
Michi menatap dengan iri.
"Sini sini cantiknya Aiden" Aiden peka ia langsung memeluk Michi yang tentu saja Michi balas.
Ah mereka pasangan yang membuat iri banyak orang termasuk Anggie dan Yura.
"Dunia milik berdua, yang lain ngekos" sindir Anggie.
Hahaha
Mereka semua tertawa.
"Guys yang cowo cowo main volley yuk" ajak Chris.
Chris berdiri dengan menenteng bola volley.
"Gas" abhi berlari lebih dulu.
"Ya kalian aja, kita yang perempuan tunggu disini" Ivanna mengibaskan tangannya seolah mengusir mereka semua.
"Iya bener panas, nanti gosong lagi kita, mending kita gibah, gua ada berita baru nih" Audrey menarik turunkan kedua alisnya dengan tersenyum misterius membuat para perempuan menatap dengan penasaran.
Audry si biang gosip atau yang sering di kenal dengan sebutan bigos merupakan admin dari paparazi sekolah, ya tidak ada yang mengetahui itu kecuali teman teman terdekatnya.
Para lelaki pergi untuk bermain volley pantai sementara para perempuan berkumpul bersama membuat lingkaran.
"Apa apa?" Tanya Belle antusias.
"Klean tau si Ibel?"
Dengan kompak mereka semua mengangguk.
"Diem diem pacaran sama pak Rajesh" Audrey berbicara dengan wajah meyakinkan membuat para perempuan menutup mulutnya tak percaya.
"Yang guru sejarah muda itu?" Shock Ivanna.
Audrey mengangguk.
"Masa sih? Elah baru mau di gebet" lesu Belle.
"Gebet gebet, inget tuh si abhi mau di kemanain" ucap Yura.
"Obral aja banyak yang mau kok" jawabnya dengan santai.
"Idih sok cakep Lo" Ivanna menepak Belle menggunakan buku.
"LICIK LO" abhi kesal tak terima.
"Lo aja yang gak bisa maen" ketus Dikta.
"Elah kalian yang bikin bingung, harusnya kembar gak boleh di satu tim" seru Edward.
"Kata siapa, siapa yang buat peraturan" Dirga tak terima.
"Gua, tadi gua yang bilang, gak senang Lo" Edward menyolot bahkan hingga tanpa ia sadari bibirnya ikut maju.
Seperti bebek.
"Idih gak kalo gak bisa maen yaudah diem, Sono ikut gibah sama cewe cewe" usir Elio.
"Enak aja-"
Omongan Edward terhenti karena Aiden melemparkan bola tepat ke wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
No Way Home (Sudah Terbit)
FantasyBak Pygmalion yang mencintai Galatea sebuah mahakarya patung wanita cantik yang ia pahat sendiri dan ia perlakukan layaknya manusia sungguhan, dan di akhir kisah mereka, Galatea berubah menjadi manusia dengan bantuan dari Dewi Aprodhite. ...... Ini...
