Ekstra

14.7K 935 168
                                        


Hufttt

Michi menarik dan menghembuskan nafasnya entah sudah berapa kali ia melakukan itu, yang jelas ia melakukan itu setiap kali merasakan nyeri di hatinya.

Sesekali ia juga menepuk dadanya berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri, jika ia bisa merelakan hal paling berharga yang ia miliki.

Saat ini Michi sedang berada di pantai, ia dan teman temanya menginap di villa milik keluarga Edward, tidak hanya mereka, kembar, jordan, Chris dan Elio ikut, oh jangan lupakan teman teman mereka yang juga ikut.

Karena sudah malam beberapa dari mereka sudah tidur terlebih dahulu, sisanya ada yang masih memainkan ponsel, benyanyi dan membakar jagung, sementara Michi ia lebih milih untuk berkeliling di area sekitar.

Flashback...

Michi sudah di perbolehkan untuk pulang kemarin sore, karena keadaannya sudah membaik tentu saja, saat ini seperti biasa Aiden sedang menyiapkan makan siang untuk Michi, sementara Michi ia menunggu di dalam kamar.

"Ci? Makan dulu yuk"

Michi tersenyum ketika mendengar suara Aiden, kemudian ia mengangguk.

Aiden duduk di hadapan Michi dengan sabar ia menyuapi Michi, bukan bukan Michi yang meminta tapi Aiden sendiri dengan inisiatif nya sendiri.

"Audrey gimana?" Tanya Michi.

"Udah mendingan, kejadian itu udah hampir satu bulan ci"

Michi mengangguk, selama makan Michi terus bertanya banyak hal ini dan itu, dengan sabar Aiden menjawabnya satu persatu, tak jarang mereka berdua tertawa karena pertanyaan atau jawaban dari mereka sendiri.

"Ci saya mau berbicara serius" Aiden menatap kedua bola mata Michi dengan lekat.

Makanan Michi badu saja habis, ia langsung meminum minumannya, Aiden masih menatap lekat Michi, hingga Michi selesai minum ia langsung merapihkan nya.

"Ya?" Tanya michi.

"Dengerin saya baik baik ya, jangan di potong okey?"

Michi mengangguk dan tersenyum.

"Cici tau kan Aiden robot?" Tanyanya.

"Cici yang buat" jawab Michi.

Aiden tersenyum.

"Karena itu, maaf ya ci"

Senyuman Michi seketika memudar.

"Kenapa?" Lirihnya.

"Mau sampai kapanpun juga kita tidak bisa bersama, saya memang memiliki hati dan perasaan buatan, namun mau di lihat dari sisi manapun saya tetap robot, yang suatu saat nanti bisa rusak, jadi mulai detik ini, hapus ya perasaan Cici ke saya, saya tidak mau Cici sakit hati nanti, mau ya cantik?"

Kedua bola mata Michi berkaca kaca.

"Tapi Aiden juga kan? Aiden juga ya hapus perasaan Aiden ke Cici" pintanya.

Aiden menggeleng.

"Jika itu rasanya sangat sulit bagi saya" tolaknya.

"Tapikan nanti Aden juga sakit hati" mata Michi mulai mengeluarkan carian.

Ya Michi menangis.

"Ci dengerin saya ya, untuk perasaan saya, biar saya yang menanggungnya sendiri, yang terpenting Cici bisa bahagia dengan manusia, mungkin ini hari terakhir saya berinteraksi dengan cici, karena mulai nanti malam saya akan menonaktifkan diri saya" jelasnya.

No Way Home  (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang