7

35.1K 2.6K 20
                                        


"Dek" panggil Jordan.

Jordan baru saja sampai di kantin, kini ia sedang duduk berhadapan dengan Michi dan jangan lupakan Chris yang berada di samping Michi.

Michi menatap sinis Jordan.

"Astaga sayang" Michi menirukan gaya bicara Belle saat berada di UKS tadi bahkan ia juga mendorong Chris.

"Dek?" Panggilnya lagi.

"Pasti kamu" kini giliran Chris yang menirukan gaya Belle.

"Apaan si sinis Jordan menatap Chris.

Chris memberikan senyuman culasnya.

"Udah Sono, pacaran aja, gua gak mau ya di tuduh tuduh kaya tadi" ketus Michi.

"Dek" melasnya.

"Apa?" Masih dengan nada ketus.

"Maafin lah, adek mau apa nanti Abang usahain" bujuknya.

"Jet pribadi ci atau nggak, pulau pulau" bisikan Chris.

Jordan yang mendengar itu lantas menatap Chris dengan tajam.

"Yang wajar aja tolol, di kira gua bandar judi" kesal Jordan.

"Kata anak satu satunya dari keluarga terpandang" delek Chris.

"Emmmm, kalo misal cici mau itu gimana?" Michi berbicara dengan nada dan tampang sok imutnya.

"5 tahun lagi Abang usahain, janji" ucapnya tanpa pikir panjang.

"Nggak lah, Cici becanda, udah deh Cici mau pulang aja, sana kalian pergi" usirnya tak tau malu.

"Cici baru pulang dari NL emang gak kangen sama Abang?" Tanya Jordan dengan wajah menyedihkan.

"Nggak sih, Cici lebih kangen ke Roro" jawabnya asal, seingatnya di dalam novel Jordan memiliki anjing yang diberi nama Roro.

"Roro" lirih Jordan.

"Gak boleh"

"Cici tuh harusnya kangen sama Abang, bukan Roro" kesalnya.

Jordan berdiri dari duduknya lalu mendekati Michi kemudian memeluknya dengan erat.

"Is apa sih, lepas lepas engap" Michi berusaha melepaskan pelukannya.

Diam diam Chris menatap keduanya dengan tersenyum.

"Bilang dulu Abang harus apa biar Cici maafin Abang, baru Abang lepas"

"CK"

Kesal Michi, mendengar itu Jordan tersenyum senang, ah ia sangat suka dengan ekspresi Michi ketika kesal.

"Malem ini ajak Cici jalan, sama jajan deh" jawabnya asal.







..........

"Gua harus baik baik di depan adiknya, karena mau gimana pun, adiknya itu yang bisa kendaliin Jordan" Ivanna berbicara dengan menatap cermin.

"Sebelum kamu, maaf ya kayanya aku duluan deh yang bisa manfaatin adiknya Jordan, secara Jordan kan pacar aku, jadi mau gak mau Jordan pasti kenalin aku sama adiknya lebih dulu" sombong Belle.

"Sialan Lo" kesal Ivanna saat merasa dirinya kalah telak.

Menurutnya ucapan Belle ada benarnya juga, jadi ia tidak bisa menjalankan rencananya saat ini, kecuali.

Plak..

Plak..

Belle menampar dirinya sendiri.

"Kita liat aja nanti" ucapnya dengan tersenyum penuh arti.

Belle keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang cukup berantakan tak lupa ia juga menangis dengan keras.

.

.

.

"Gua Angkasa" ucap Angkasa salah satu teman dekat Jordan dengan mengulurkan tangannya untuk mengajak Michi berjabat tangan.

"Michael, panggil Michi aja"

"Hai bontot panggil gua Justin" berbeda dengan yang di lakukan Angkasa, Justin tidak mengajak Michi untuk berjabat tangan, Justin malah merangkul Michi layaknya sahabat lama.

"Michi"

Bruk...

Belle terjatuh di lantai kantin.

"Jordan" Belle menatap Jordan dengan wajah memerah sehabis menangis tak lupa dengan mascara yang sudah luntur, menandakan dirinya benar benar habis menangis.

Michi menatap Belle dengan tatapan aneh, kesan pertama saat ia melihat Belle adalah jelek, ya ia ekspetasi nya kepada tokoh utama perempuan yang baik, ramah dan tulis runtuh seketika begitu melihat sifat aslinya di UKS tadi.

Jujur sebagai pembaca, Michi merasa kecewa, ya meski ia tidak benar benar membaca novelnya, tapi tetap saja ia merasa di bohongi dengan banyaknya perbedaan mulai dari sifat, karakter hingga alurnya.

Beberapa adegan yang ia lihat tidak ada di novel, begitupun sebaliknya, apa sebenarnya adegan adegan tersebut memang adanya namun karena ia tidak membaca dengan benar makanya ia tidak tau.

Entahlah Michi tidak tau, ia tidak mengerti, ia hanya ingin pulang, meski di dunia ini ia merasa memiliki semuanya, namun tetap saja, dunia yang ia tinggali saat ini adalah dunia buatan, yang bisa hilang atau terlupakan begitu saja.

Maka dari itu ia tidak ingin terlalu menikmati semua kenyamanan ini.

"Kenapa Lo, kerampokan?" Tanya Justin.

Justin melepaskan rangkulannya kepada Michi.

Bukannya menjawab Belle malah semakin meninggikan suara tangisannya.

"Lo di tanya itu jawab" ucap Angkasa dengan nada datar.

Michi dan Chris ? Mereka sibuk memakan, makanan yang sudah mereka pesan tadi.

"Kenapa?" Tanya Jordan.

"A..aku di bully" tangisnya kembali pecah.

"Sama?" Tanya Chris.

"Ivanna" ucapnya dengan menunduk.

Merasa bosan dengan adegan di hadapannya, Michi pun berdiri dari duduknya.

"Ya sana kalian lanjutin gua mau balik, bye" acuhnya.

Semua pandangan yang tadinya menatap Belle beralih menjadi menatap Michi.

"Iya hati hati" ucap Chris.

"Jangan lupa nanti malem bang" peringat Michi.





















Hay Hay Hay...

No Way Home  (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang