Park Jinny, pilot tempur US Air Force yang memilih pensiun dini untuk kembali ke negara asal orang tuanya setelah hampir tiga puluh lima tahun meninggalkan Seoul, Korea Selatan.
Ia harus beradaptasi dengan atmosfer di tempat pekerjaan barunya sebaga...
[School of Performing Arts Seoul (SOPA), Seoul - 15.30 KST]
[Author POV]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mobil Jeep Rubicone berwarna putih sudah terparkir di depan sekolah seni favorit di Kota Seoul sejak tiga puluh menit yang lalu. Hilir mudik dan lalu lalang siswa yang akan pulang ke rumah sudah memenuhi jalanan dan area penjemputan di sekitar sekolah.
Park Jinny dengan memakai topi, kacamata dan masker hitam nya tampak duduk di atas kap mobil menunggu seseorang yang belum juga terlihat batang hidung nya.
Nomor handphone yang sedari tadi di telfon pun tidak pernah diangkat, hanya terdengar jawaban dari pesan mailbox beberapa kali.
"Apakah dia telah pulang? Tetapi info dari Seulgi jam pulang sekolah ini pukul 15.00 KST. Tidak mungkin tubuh mungil nya lolos dari pandangan ku yang duduk sedari tadi disini." gumam Park Jinny yang kembali melihat jam tangan untuk kesekian kali.
Park Jinny kembali mengamati area sekitar. Beberapa siswa perempuan yang lewat di samping nya terdengar cekikikan. Mereka memperhatikan penampilan nya dengan tatapan yang tidak bisa pilot itu artikan.
"Apakah aku harus menyusulnya ke dalam?" Park Jinny kembali berbicara sendiri.
Sang pilot tampak menoleh ke kanan dan ke kiri memperhatikan jalanan yang ada di sekitar. Perlahan suasana sekolah itu mulai sepi dan kini hanya terlihat segelintir siswa - siswa sekolah yang masih menunggu jemputan.
"Baiklah sepertinya aku harus memastikan keberadaan berandal itu apakah masih di dalam atau tidak." Park Jinny akhirnya harus menyerah dengan kesabaran nya yang setipis tisu.
Dia berjalan menuju pintu gerbang sekolah dan segera menuju ke dalam gedung berlantai lima itu. Tetapi masalah nya saat ini adalah ia tidak tahu sahabat kecilnya berada di jurusan dan kelas mana.
Kedua mata monolid nya mengedarkan pandangan, hingga ia menangkap bayangan siswa dengan rambut terkuncir tengah duduk di sebuah bench yang berada di area halaman sekolah.
Tanpa menunggu waktu lama lagi, sang pilot segera mendekati karena baginya mencari sesuatu tanpa petunjuk bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami.
"Joegiyo."
Suara Park Jinny berhasil mengejutkan siswa cantik yang tengah menikmati musik dengan ipod tergenggam di tangan. Siswa cantik itu segera berdiri dan memperhatikan seseorang yang tidak terlihat wajahnya dengan jelas karena tertutup masker dan kacamata hitam dengan penuh waspada.
"Nugu?" ucap nya.
"Aaahh ... anyeong, saya ingin bertanya apakah kamu melihat Zuu? Aku sudah menunggunya selama tiga puluh menit di depan tetapi dia belum muncul - muncul juga. Apakah kamu tahu dia berada di kelas mana dan jurusan apa?" Park Jinny mencoba cara untuk memecah kebuntuan dengan bertanya.