13.Bertengkar

101 4 2
                                        

You trust too much, you get betrayed. Love them all, but trust no one but God.

---

Hari ini, suasana kantin Angkasa High School begitu ramai. Jam istirahat memang jadi waktu yang paling ditunggu untuk mengisi perut yang kosong sejak pagi.

Tapi semua berubah ketika anggota Death masuk ke kantin. Suasana langsung hening, semua siswa memandangi mereka dengan tatapan takut-takut.

Irel dan teman-temannya berjalan ke meja favorit mereka. Tanpa banyak basa-basi, Kris menunjuk salah satu siswa.

“Heh, lo sini,” panggil Kris.

“I-iya, Kak,” jawab cowok itu gugup.

“Pesenin makanan kita. Mau pesan apa, guys?” tanya Kris ke teman-temannya.

“Seperti biasa,” jawab Marion santai.

“Martabak, bakso, nasi goreng... oh iya, jus jeruk sama es teh juga. Buruan, jangan kelamaan,” perintah Kris.

Siswa itu hanya mengangguk patuh dan langsung pergi.

Beberapa menit kemudian, dia kembali membawa semua pesanan bersama beberapa temannya.

“Oke, lo boleh pergi,” ucap Kris singkat.

Mereka lalu makan sambil bercanda seperti biasa, sampai tiba-tiba datang Alin, Kheyes, dan Sandra.

“Hai!” sapa Alin ceria.

“Sini, sayang,” ajak Marion. Alin langsung duduk di sampingnya.

“Kita pesan sekarang atau nanti aja, guys?” tanya Alin.

“Nanti aja,” jawab Kheyes.

“Kalau waktunya makan, ya makan. Nggak usah banyak tanya,” sindir Malvin.

“Tumben perhatian. Biasanya cuek,” sahut Revan menggoda.

“Bisa diem gak sih, lo?” Malvin mulai emosi.

“Santai aja, Bang,” balas Revan santai.

Kheyes pun mulai memikirkan kata-kata Revan. Apa benar Malvin peduli padanya? Atau… sebenarnya perhatiannya lebih ke cewek lain—cewek culun yang sering dibully Claudia dan gengnya?

Apalagi dia ingat saat Malvin datang ke toko buku dan bicara dengan si cewek itu. Kebetulan? Entahlah, semua itu masih jadi tanda tanya besar di kepala Kheyes.

Tiba-tiba, suasana kantin mendadak ribut.

“Heh, Randa! Lo yang tadi ngunci gue di toilet kan?!” teriak seorang siswi sambil mendorong Randa.

“Bukan aku... aku aja nggak tahu kamu di mana tadi...” jawab Randa terbata-bata.

“Munafik banget sih lo! Mau cari perhatian semua orang ya?! Pick me banget lo jadi cewek!” maki Ayu kesal.

Sementara itu, Claudia the Circle hanya menonton dari jauh sambil tersenyum licik.

“Eh, bukannya itu cewek yang sempet bikin masalah sama kita, ya?” bisik Luvena.

“Iya! Yang waktu itu ngelempar gue. Sok banget sekarang!” sahut Nevy sinis.

“Biarkan aja. Kita gak perlu kotorin tangan buat ngurusin cewek culun kayak dia,” ujar Claudia tenang.

“Jangan bilang ini bagian dari rencana lo?” tanya Rachel.

“Yap,” jawab Claudia sambil tersenyum puas.

Luvena dan Nevy langsung tepuk tangan. “Hebat lo, Clau!”

Sementara itu, anggota Death tampak terganggu dengan keributan tersebut.

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang