● Private, Not But a Secret ●
Hari ini, kelas XI MIPA 1 dipenuhi kegaduhan. Para guru sedang rapat, membuat jam pelajaran kosong. Siswa-siswi hanya menjalani rutinitas mereka seperti biasa.
Sudah beberapa hari Bela dan Olivia tidak saling berbicara. Hari ini pun sama. Mereka hanya saling menatap dari jauh, sama-sama enggan membuka percakapan. Namun, dari raut wajah keduanya, terlihat jelas keinginan untuk berdamai dan menjalin kembali persahabatan seperti dulu.
Saat pandangan mereka bertemu, Olivia memberanikan diri menyapa lebih dulu.
“Bela...” panggil Olivia dengan suara lirih dan sedikit ragu.
Bela menoleh, menatap Olivia, lalu bergumam,
“Hmm?”
“Maafin gue, ya...” pinta Olivia.
“Untuk apa?” tanya Bela datar.
“Untuk semuanya. Gue menjauh dari lo karena takut bermasalah sama anak-anak terkenal itu. Gue gak mau dibully...” lirih Olivia dengan tatapan bersalah.
“Gue gak pernah marah sama lo,” ucap Bela lembut.
Olivia tersenyum lega.
“Jadi kita sahabatan lagi, dong?” tanyanya dengan antusias.
“Nggak,” potong Bela.
Olivia terdiam, wajahnya langsung berubah kecewa. Namun, Bela menambahkan sambil tersenyum,
“Maksud gue, kita nggak akan pisah lagi.”
“Awww! Gue senang banget!” teriak Olivia sambil memeluk Bela.
Bela hanya tersenyum geli melihat tingkah sahabatnya itu.
Teman-teman mereka melihat adegan itu dan tertawa kecil. Olivia memang dikenal ceria dan heboh. Tapi beberapa hari ini ia murung karena bertengkar dengan Bela.
“Akhirnya lo balik lagi jadi Olivia yang dulu!” celetuk salah satu teman mereka.
Bela dan Olivia saling pandang lalu berkata serempak,
“Ya iyalah! Kan kita BFF!”
Lalu mereka tertawa bersama.
Di sisi lain, kelas XII MIPA 1...
Kondisi tidak jauh berbeda. Jam kosong dimanfaatkan Claudia dan circle-nya untuk mengadakan 'salon dadakan'. Mereka sibuk merias wajah masing-masing.
“Gue udah cantik belum?” tanya Claudia sambil menatap cermin.
“Tanpa make-up juga lo cantik, kalee~” jawab Nevy memuji.
“Lipstik gue menor gak sih?” tanya Luvena.
“Yaelah, gak usah dandan sekalian. Kalian bertiga bikin pusing,” ucap Rachel datar.
KAMU SEDANG MEMBACA
JIZRAEL!
Teen FictionCinta-baginya hanyalah kepalsuan. Perceraian orangtuanya membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap perasaan yang bernama cinta. Ia tumbuh menjadi pribadi yang dingin, cuek, dan tidak peduli pada sekitar. Satu-satunya hangat yang ia rasakan hanya da...
